Navaswara.com – Ramadan 1447 H menjadi momentum bagi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk mempertegas perannya bukan hanya sebagai operator transportasi publik, tetapi juga sebagai penggerak ruang sosial kota. Melalui program bertajuk “Melangkah dalam Kebaikan”, Transjakarta menyalurkan lebih dari 520.000 paket takjil gratis bagi pelanggan yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Program Bukadijalan menjadi tulang punggung inisiatif ini. Pembagian takjil dilakukan di seluruh halte BRT pada 14 koridor utama, 10 rute Royaltrans, 11 rute Transjabodetabek, hingga sejumlah bus stop strategis selama bulan Ramadan. Langkah ini menjawab realitas mobilitas warga Jakarta yang kerap terjebak perjalanan menjelang Magrib.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap pelanggan. “Kami ingin memastikan pelanggan yang masih di perjalanan tetap bisa berbuka tepat waktu. Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan layanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga berempati,” ujarnya.
Kolaborasi dengan enam perusahaan menghadirkan sembilan jenis produk makanan dan minuman untuk berbuka. Sinergi ini menunjukkan bahwa transportasi publik dapat menjadi simpul kolaborasi antara BUMD dan sektor swasta dalam memperkuat nilai kebersamaan di ruang kota.
Tak berhenti pada berbagi takjil, Transjakarta juga menghadirkan Ngebuburide, program edukatif hasil kolaborasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta. Anak-anak Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) serta lansia penghuni panti diajak menikmati tur bus, mengikuti workshop kreatif di halte, hingga berbuka bersama. Edukasi transportasi publik dikemas inklusif dan menyenangkan, mempertegas bahwa akses mobilitas adalah hak semua lapisan masyarakat.
Sementara itu, Halte M.H. Thamrin disulap menjadi Ramadan Corner, ruang publik tematik yang memberi panggung bagi UMKM lokal. Konsep ini memperluas fungsi halte menjadi titik interaksi ekonomi dan gaya hidup, sekaligus memperkuat ekosistem transportasi berbasis komunitas.
Melalui Melangkah dalam Kebaikan, Transjakarta membangun narasi bahwa transportasi publik bukan sekadar soal perpindahan orang, melainkan juga pertemuan nilai empati, edukasi, dan pemberdayaan. Di tengah ritme cepat Jakarta, halte kini menjadi ruang berbagi yang menghadirkan makna lebih dalam setiap perjalanan Ramadan.
