Besok Jakarta Hadirkan Tarif Rp1 untuk Transjakarta MRT dan LRT

Navaswara.com — Pagi di ibu kota terasa berbeda, bukan hanya karena lalu lintas yang mulai bergerak, tetapi juga karena semangat baru yang mengalir di setiap halte dan stasiun. Warga berdatangan dengan langkah ringan, seolah perjalanan hari itu bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari gerakan bersama menuju kota yang lebih tertata dan inklusif.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp1 untuk layanan transportasi umum Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta dalam rangka memperingati Hari Kartini 21 April 2026 dan Hari Transportasi Nasional 24 April 2026. Kebijakan ini berlaku selama satu hari penuh pada 24 April 2026, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kebijakan tersebut merupakan upaya mendorong masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan transportasi publik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Ini kami berikan agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi umum,” ujar Pramono.

Pemprov DKI Jakarta memastikan, untuk layanan Mikrotrans, Transjakarta Cares, serta kelompok masyarakat penerima tarif Rp0, ketentuan tetap mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 160 Tahun 2016.

Dari sisi kinerja, penggunaan transportasi publik di Jakarta menunjukkan tren positif. Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 112,1 juta orang, meningkat 7,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 103,8 juta penumpang.

Peningkatan tersebut didorong oleh berbagai langkah strategis, mulai dari perluasan rute dan armada, peningkatan fasilitas dan infrastruktur, integrasi layanan, hingga digitalisasi sistem pembayaran. Kampanye penggunaan transportasi publik juga menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran masyarakat.

Pramono menegaskan, peralihan ke transportasi umum tidak hanya berdampak pada pengurangan kemacetan dan polusi udara, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Beralih ke transportasi publik membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara. Selain itu, lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga, serta mendorong gaya hidup sehat,” tuturnya.

Momentum peringatan Hari Kartini dan Hari Transportasi Nasional ini sekaligus menjadi simbol bahwa akses mobilitas yang terjangkau merupakan bagian dari kesetaraan dan kemajuan kota. Dengan langkah sederhana, Jakarta terus bergerak menuju sistem transportasi yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *