Hidupkan Kembali Legenda Banten, Navaswara Gelar Final Festival Storytelling Suara Nusantara 2026 di Pendopo Gubernur Banten

Navaswara.com – Dalam upaya melestarikan kekayaan tradisi lisan dan memperkuat identitas budaya lokal di kalangan generasi muda, Navaswara sukses menyelenggarakan babak final Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026. Bertempat di Pendopo Gubernur Banten, yang berlokasi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, acara ini mengusung tema besar “Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan” sebagai komitmen nyata menjaga warisan tutur masyarakat.

Festival ini merupakan edisi kedua dari rangkaian besar Suara Nusantara, menyusul kesuksesan penyelenggaraan perdana pada November 2025 lalu di Jakarta. Keberhasilan di ibu kota tahun sebelumnya telah menjadi pemantik semangat bagi Navaswara untuk membawa gerakan literasi budaya ini ke Tanah Jawara, guna menjangkau lebih banyak talenta pendongeng muda di tingkat daerah.

Festival yang diikuti oleh ratusan peserta mulai dari tingkat SD hingga kategori umum ini menjadi panggung bagi para pendongeng muda untuk menginterpretasikan kembali kisah-kisah rakyat Banten dengan pendekatan yang segar dan kreatif.

Sejak 1 April hingga 5 Mei 2026, ratusan peserta dari berbagai wilayah telah mengirimkan karya storytelling mereka melalui akun media sosial Instargram untuk dinilai secara ketat oleh dewan juri kurator. Dari ratusan pendaftar tersebut, terpilihlah para semifinalis yang kemudian diuji kemampuannya secara langsung dalam babak semifinal yang digelar pada 16 Mei 2026. Pada hari ini, 17 Mei 2026, para finalis terbaik kembali bertemu di panggung utama untuk memperebutkan gelar juara.

Setelah melewati proses seleksi yang sangat ketat dan penilaian dari para dewan juri, berikut daftar peserta yang berhasil meraih juara Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026:

3 Terbaik Kategori Benih Nusantara (SD/MI)

1. Dira Maulida – Sekolah Dasar Negeri Serang 13 Kota Serang

2. Akasha Aljazari Knizia – SD Cikal Harapan Bsd

3. Ameera Khanza Ghassani – SDN Bojonegara 1

 

3 Terbaik Kategori Tunas Nusantara (SMP/MTS)

1. Salsabila Nur Afiyah – MTSN 1 Kota Tangerang Selatan

2. Mikaila Ladia Rumagit – MTSN 1 Pandeglang

3. Siti Rista Maulida – SMP Negri 11 Kota Serang

 

3 Terbaik Kategori Kuntum Nusantara (SMA/MA)

1. Ridho Ardiansyah – SMKN 6 Kota Tangerang Selatan

2. Dhiya Rohadatul ‘Aisy – SMAN 11 Tangerang Selatan

3. Kayla Rafa Nareswari – Sman 1 Kota Serang

 

3 Terbaik Kategori Ranting Nusantara (Umum)

1. Dinda Eka Savitri – Umum

2. Maya Meliasari – Universitas Bina Bangsa

3. Refina – Universitas Pamulang

 

Juara Favorit: Kyoren Rheandra Wicaksono – SD IT Auliya

Kostum Terbaik : Refina-Universitas Pamulang

Acara puncak yang berlangsung hari ini dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, bersama jajaran pejabat daerah lainnya. Kehadiran pemimpin daerah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung inisiatif kreatif yang berbasis pada penguatan karakter dan literasi budaya.

Dalam sambutannya, Gubernur Banten menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang digagas oleh Navaswara karena budaya tutur adalah akar dari jati diri masyarakat Banten. “Budaya tutur adalah akar dari jati diri masyarakat Banten. Melalui Festival Suara Nusantara ini, kita tidak hanya mendengarkan cerita masa lalu, tetapi sedang menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada calon pemimpin masa depan. Saya bangga melihat anak-anak kita begitu percaya diri membawakan legenda tanah kelahirannya,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Cahaya Manthovani menyampaikan bahwa antusiasme peserta tahun ini melampaui ekspektasi. “Suara Nusantara bukan hanya kompetisi, melainkan sebuah upaya untuk memastikan bahwa legenda daerah tetap hidup di tengah arus modernisasi. Kami melihat potensi luar biasa di Banten, di mana anak-anak muda mampu membawakan cerita rakyat dengan cara yang relatable menyentuh. Sejak babak penyisihan melalui unggahan video di Instagram, kami melihat kualitas penceritaan yang sangat luar biasa. Peserta tidak hanya menghafal naskah, tetapi juga menyiapkan kostum dan properti yang sangat detail. Ini membuktikan bahwa cerita rakyat tetap relevan jika diberikan ruang ekspresi yang tepat,” ungkapnya.

Kompetisi tahun ini terbagi ke dalam empat kategori utama yang melambangkan tahapan pertumbuhan pohon Nusantara, yaitu Benih Nusantara untuk tingkat SD/MI, Tunas Nusantara untuk tingkat SMP/MTS, Kuntum Nusantara untuk tingkat SMA/SMK, serta Ranting Nusantara untuk kategori Mahasiswa dan Umum. Penilaian dilakukan secara ketat oleh dewan juri profesional yang terdiri dari pakar dongeng nasional dan penggerak literasi lokal.

Jajaran juri tersebut di antaranya adalah Kurniawati Yuli Pratiwi, Yunita Andra Sukmastuti, Putri Dewi, dan Suci Yoskarina yang mewakili Ayo Dongeng Indonesia. Selain itu, hadir pula Ratna Puspa Indah selaku Ketua Read Aloud Serang dan Raudloh Rida sebagai Duta Bahasa Provinsi Banten yang memberikan sudut pandang kebahasaan serta kearifan lokal dalam penilaian setiap penampilan peserta.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, selain penganugerahan bagi para pemenang, diberikan pula apresiasi khusus bagi tokoh literasi Banten yang telah konsisten menggerakkan budaya tutur di masyarakat. Festival ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi lahirnya panggung-panggung literasi serupa di masa depan, mengingat kesuksesan edisi kedua ini menjadi bukti bahwa cerita rakyat lokal tetap memiliki daya tarik tinggi jika diberikan ruang ekspresi yang representatif.

Keberhasilan perhelatan besar ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara sektor swasta, pemerintah, dan komunitas literasi. Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026 terselenggara atas kerja sama erat antara Navaswara Bhuwana Kencana dan Navaswara Media Nusantara (Navaswara.com).

Penyelenggaraan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai mitra strategis, di antaranya adalah Bank Nasional Indonesia (BNI), PT iForte Solusi Infotek, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta Kantor Bahasa Provinsi Banten yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Selain itu, dukungan juga mengalir dari PT Astra International Tbk, Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Frisian Flag Indonesia, hingga Mayora. Sinergi ini membuktikan bahwa pelestarian kebudayaan merupakan tanggung jawab kolektif lintas sektoral demi membangun generasi yang mencintai sejarahnya.

Dukungan terhadap festival ini juga diperkuat oleh kehadiran berbagai Community Partners yang telah lama bergerak di bidang literasi, yaitu Ayo Dongeng Indonesia (AyoDi), Read Aloud, Membacakan Nyaring, Kampung Dongeng, Learning Bee, Jejak Kelana, serta Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Korwil Banten. Keterlibatan komunitas-komunitas ini memastikan bahwa semangat mendongeng menjangkau akar rumput masyarakat secara luas.

Selain itu, gaung acara ini juga didukung secara masif oleh jajaran Media Partners terkemuka mulai dari Radar Banten, Banten Pos, Banten TV, Kabar Banten, Banten Raya, RRI Banten, Sultan TV, hingga Media Indonesia dan Matamata.com. Dengan berakhirnya rangkaian di Banten, Navaswara berharap Suara Nusantara akan terus menjadi wadah tahunan yang konsisten melahirkan pendongeng berbakat di seluruh pelosok Indonesia.

Namun, gema Suara Nusantara dipastikan tidak akan berhenti di tanah jawara saja. Seiring dengan padamnya lampu panggung di Pendopo Gubernur Banten, Navaswara secara resmi mengumumkan bahwa perjalanan estafet budaya ini akan segera berlanjut. Suara Nusantara kini tengah bersiap melebarkan sayapnya, membawa misi pelestarian legenda ke provinsi lain di penjuru Indonesia untuk mencari suara-suara baru yang akan menghidupkan kembali ruh cerita rakyat dari pelosok neger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *