Navaswara.com — PT Transportasi Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pemain utama transportasi publik nasional. Dalam ajang TOP BUMD Awards 2026, Transjakarta memborong dua penghargaan sekaligus, termasuk predikat tertinggi yang diberikan kepada BUMD dengan kinerja terbaik.
Acara yang digelar di Hotel Raffles Jakarta itu juga memberikan penghargaan kepada Pramono Anung Wibowo sebagai Top Pembina BUMD. Sementara itu, Transjakarta meraih dua kategori utama, yakni TOP BUMD Awards 2026 Aneka Usaha dengan predikat Bintang 5, serta TOP CEO BUMD 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama, Welfizon Yuza.
Tema tahun ini, “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”, memang menyoroti bagaimana BUMD dituntut tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan lingkungan dan mobilitas perkotaan.
Bagi Transjakarta, capaian ini bukan sekadar simbol. Predikat Bintang 5 menunjukkan bahwa perusahaan dinilai unggul secara menyeluruh mulai dari kinerja keuangan, kepemimpinan, hingga kemampuan mengintegrasikan teknologi dalam layanan. Tidak berlebihan jika kemudian Transjakarta mulai dilihat sebagai tolok ukur nasional dalam pengelolaan transportasi publik yang efektif dan efisien.
Welfizon Yuza menyebut penghargaan ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh tim. Namun, di saat yang sama, ia menegaskan bahwa capaian ini bukan garis akhir. Justru sebaliknya, ini menjadi dorongan untuk mempercepat transformasi terutama dalam memperluas layanan dan memperkuat posisi Transjakarta sebagai tulang punggung mobilitas kota.
Dalam beberapa tahun terakhir, arah yang diambil memang cukup jelas: modernisasi armada, perluasan jaringan, dan peningkatan kualitas layanan. Hasilnya mulai terasa, bukan hanya dari sisi operasional, tapi juga dari tingkat kepercayaan publik yang terus meningkat.
Ke depan, Transjakarta menyatakan akan terus membuka kolaborasi dengan berbagai pihak. Fokusnya tetap sama: layanan yang lebih baik, lebih ramah lingkungan, dan lebih terintegrasi dengan kebutuhan warga kota.
Di titik ini, penghargaan bukan lagi sekadar pencapaian, tapi penanda bahwa transformasi yang dijalankan mulai berada di jalur yang tepat.
