Navaswara.com — Jakarta telah lama menjadi panggung besar urusan mobilitas, kemacetan, dan polusi yang tak berkesudahan. Namun di tengah dinamika itu, Transjakarta terus menanamkan optimisme: bahwa transportasi publik bisa menjadi solusi, bahkan teladan. Upaya tersebut kembali memperoleh pengakuan nasional melalui penghargaan atas kontribusi lembaga yang dinilai mampu mendorong pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Penghargaan detikcom Awards 2025 diterima oleh Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, pada Selasa siang, 25 November 2025 di Jakarta.
Dalam sambutannya, Welfizon tidak hanya memperlihatkan rasa bangga, tetapi juga penghargaan mendalam kepada semua pihak yang telah menjaga roda layanan Transjakarta terus berputar. “Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan lebih dari 1,4 juta pelanggan per hari. Mereka yang membuat Transjakarta terus bergerak dan menjadi platform dalam kerangka 3S yaitu Service, Strategic Partnership dan Sustainability,” ujarnya. Penghargaan ini, lanjutnya, menjadi dorongan baru untuk menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar slogan, melainkan strategi inti masa depan Transjakarta.
Transformasi menuju layanan hijau terasa semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir. Armada bus listrik yang kini telah mencapai 440 unit menjadi simbol perubahan. Setiap hari, keberadaan bus ini mengurangi emisi, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih senyap, dan menegaskan bahwa kota besar bisa mengedepankan transportasi publik yang ramah lingkungan. Lebih jauh dari urusan armada, Transjakarta juga menjadi sarana pemberdayaan: industri lokal dan koperasi mitra operator ikut tumbuh seiring perluasan layanan.
Ada nilai lain yang diperjuangkan Transjakarta: aksesibilitas yang setara. Layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas, sistem kenyamanan yang terus diperbarui, serta arsitektur pelayanan yang inklusif membuat transportasi publik tidak hanya soal berpindah tempat, tetapi juga tentang menghargai keberagaman dan kebutuhan setiap warga kota.
Welfizon menegaskan bahwa perjalanan ini jauh dari selesai. Transjakarta ingin tumbuh sebagai platform kolaboratif, tempat pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat dapat membangun budaya mobilitas baru, lebih hijau, lebih sehat, lebih manusiawi. “Ke depan, kami akan terus mengembangkan Transjakarta sebagai platform yang dapat bekerja sama dengan multi-stakeholder dan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan Transjakarta sebagai pilihan mobilitas utamanya,” tutupnya.
Pengakuan yang diraih hari ini bukan hanya kemenangan bagi sebuah perusahaan, tetapi bagi masa depan kota. Jakarta sedang bergerak ke arah transportasi publik yang lebih cerdas dan berkelanjutan—dan Transjakarta berdiri di garis terdepan perubahan itu. Misi tersebut mungkin belum selesai, tetapi sudah menunjukkan satu bukti penting: ketika inovasi, keberlanjutan, dan kepentingan publik berjalan bersama, kota bisa menjadi rumah yang lebih baik bagi siapa saja yang tinggal di dalamnya.
