Navaswara.com – Kakak-beradik berprestasi, Mischka Keia Aoki dan Devon Kei Enzo, meluncurkan Speak Up AI, aplikasi latihan public speaking berbasis kecerdasan buatan. Aplikasi ini lahir dari kegelisahan mereka melihat masih banyak siswa berprestasi akademik yang kesulitan menyampaikan gagasan di depan umum.
Selama terjun langsung ke sekolah-sekolah di berbagai daerah, Mischka dan Devon menemukan pola serupa. Banyak siswa mampu mencetak nilai tinggi, tetapi kehilangan kepercayaan diri ketika harus berbicara di hadapan orang lain.
“Saya percaya anak-anak berani bermimpi besar ketika mereka merasa dilihat, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang,” ujar Mischka saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.
Masalah ini, menurut mereka, berkaitan dengan ketimpangan akses pendidikan yang tidak hanya soal fasilitas fisik. Keterampilan komunikasi, terutama public speaking, masih belum merata diperoleh oleh pelajar di berbagai wilayah. Dari situ, program Speak Up mulai dirintis.
Mischka mengawali inisiatif tersebut dengan menulis buku panduan public speaking serta menggelar workshop gratis ke sekolah-sekolah. Pengalamannya sebagai pembicara di berbagai forum internasional, termasuk ASEAN Summit 2023, dirangkum agar bisa dipelajari oleh rekan-rekan seusianya.
Upaya ini mendapat perhatian global. Pada 2024, Mischka meraih Rise for the World Award, ajang yang digagas Eric dan Wendy Schmidt bersama Rhodes Trust. Ia terpilih dari lebih dari 13.000 peserta asal 49 negara. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pendorong pengembangan Speak Up ke tahap berikutnya melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Menyadari keterbatasan jangkauan pelatihan tatap muka, Mischka dan Devon kemudian meluncurkan Speak Up AI. Aplikasi ini diperkenalkan dalam acara peluncuran di Aula Teater Kemenpora RI, beberapa waktu lalu, yang dihadiri sekitar 100 pemuda dari wilayah Jabodetabek.
“Public speaking bukan hanya soal berani berbicara, tetapi juga kemampuan menyampaikan pikiran dan perasaan secara jelas dan bermakna,” kata Mischka.
Speak Up AI dirancang untuk membantu pengguna melatih public speaking secara mandiri. Aplikasi ini tidak hanya berfokus pada hafalan teks pidato, tetapi juga membangun pola pikir yang sistematis dalam menyampaikan gagasan.
Beberapa fitur utama yang disematkan, antara lain:
- AI Speaking Practice, latihan berbicara yang dilengkapi evaluasi otomatis dari sistem AI.
- Speech Blueprint Generator, fitur penyusun kerangka pidato sesuai tujuan dan konteks.
- Public Speaking Handbook, materi pembelajaran ringkas terkait teknik berbicara di depan umum.
- Speaking Videos, kumpulan video pembelajaran untuk melatih intonasi, bahasa tubuh, dan teknik persuasi.
Melalui Speak Up AI, Mischka dan Devon berharap lebih banyak anak muda Indonesia memiliki akses untuk mengasah keterampilan komunikasi. Mereka menargetkan aplikasi ini dapat membantu pelajar dan mahasiswa di berbagai daerah agar lebih siap menyampaikan ide dan gagasan di ruang publik, baik di tingkat nasional maupun global.
