Industri Tambang Didorong Lebih Adaptif Hadapi Tantangan Lingkungan dan Energi

Navaswaraw.com — Isu keberlanjutan di sektor pertambangan semakin mendapat perhatian publik seiring meningkatnya tuntutan terhadap praktik industri yang lebih bertanggung jawab. Aktivitas pertambangan kini tidak lagi dinilai semata dari sisi produksi, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat sekitar, serta kontribusinya terhadap agenda transisi energi nasional.

Inovasi, efisiensi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi penentu arah industri tambang ke depan. Dorongan menuju perubahan tersebut tercermin dalam ajang penghargaan nasional MineXcellence 2025 yang puncaknya ditandai melalui Malam Penganugerahan di Plataran Hutan Kota GBK, Jakarta Selatan, awal Januari lalu.

MineXcellence 2025 merupakan ajang penghargaan nasional yang menilai praktik dan inisiatif di sektor pertambangan mineral dan batubara. Program ini diinisiasi oleh Society of Renewable Energy bersama Shell Indonesia untuk mendorong peningkatan inovasi, efisiensi, serta penerapan prinsip keberlanjutan di industri tambang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita, menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri memiliki peran penting dalam mempercepat penerapan Good Mining Practice di lapangan. Menurut dia, ruang apresiasi seperti MineXcellence memberi gambaran konkret mengenai kesiapan industri menghadapi tantangan lingkungan dan sosial yang semakin kompleks.

“Melalui kompetisi seperti MineXcellence, kita dapat melihat potensi nyata dari pelaku industri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menjawab tantangan sektor pertambangan ke depan,” ujar Siti, Jumat 16 Januari 2026.

Proses seleksi MineXcellence 2025 dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penilaian proposal, verifikasi lapangan, hingga presentasi di hadapan dewan juri independen. Dari rangkaian tersebut, terpilih tujuh perusahaan yang mempresentasikan delapan inisiatif unggulan dalam empat kategori utama.

Kategori Inovasi dan Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang diwakili oleh PT Adaro Indonesia serta PT Trimegah Bangun Persada atau Harita Nickel. Kategori Pemberdayaan Komunitas Lokal sebagai Tenaga Kerja Tambang menampilkan inisiatif dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama dan PT Trimegah Bangun Persada. Sementara itu, kategori Transformasi Energi Terbarukan dan Dekarbonisasi diwakili oleh PT Berau Coal serta PT Putra Perkasa Abadi di Site PT Borneo Indobara. Adapun kategori Efisiensi Operasional dan Manajemen Sumber Daya diwakili oleh PT ANTAM Tbk bersama PT Putra Perkasa Abadi.

Penghargaan tertinggi MineXcellence 2025 diraih PT Berau Coal melalui program Floating Solar PV berkapasitas 3 MW yang terintegrasi dengan BESS 5 MW di Void H3 Site BMO1. Inisiatif tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan di area tambang sekaligus menekan ketergantungan pada sumber energi fosil.

Malam penganugerahan ini turut dihadiri oleh perwakilan regulator, pelaku industri, dan media. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menegaskan arah bersama untuk memperkuat inovasi serta praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *