Navaswara.com – Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan, Ottawa tidak sedang dan tidak akan mengupayakan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dengan China, di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Carney, belum lama ini, merespons spekulasi yang mencuat usai kunjungannya ke Beijing awal Januari lalu. Menurutnya, langkah Kanada selama ini hanya bertujuan menyelesaikan persoalan dagang yang telah mengendap selama beberapa tahun terakhir.
“Apa yang kami capai dengan China adalah mengatasi sejumlah masalah yang muncul selama beberapa tahun terakhir. Kami tidak berniat mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China atau ekonomi non-pasar lainnya,” ujar Carney.
Ia menggarisbawahi, dalam kerangka Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA), seluruh pihak berkomitmen untuk tidak menegosiasikan atau menandatangani FTA dengan negara yang dikategorikan sebagai ekonomi non-pasar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman tarif 100% terhadap impor Kanada jika Ottawa menjalin kesepakatan dagang dengan Beijing. Trump menuding Kanada berpotensi menjadi “pelabuhan transit” bagi produk China untuk menghindari tarif tinggi AS.
“Jika Carney berpikir dia bisa mengubah Kanada menjadi pintu belakang China untuk masuk ke pasar AS, dia sangat keliru,” tulis Trump di Truth Social.
Nada serupa disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang menegaskan bahwa Kanada tidak boleh menjadi gerbang bagi masuknya barang-barang murah asal China ke Amerika Serikat.
Meski menepis isu FTA, Carney mengaku Kanada dan China telah mencapai kesepakatan penyesuaian tarif bilateral. Dalam kesepakatan itu, Kanada setuju menurunkan tarif impor kendaraan listrik (EV) asal China menjadi 6,1% dalam kuota tertentu, sebagai imbalan atas penurunan tarif China terhadap produk pertanian dan bahan baku utama Kanada.
Carney menjelaskan, kuota awal ditetapkan sebesar 49.000 unit kendaraan listrik per tahun dan akan meningkat secara bertahap hingga sekitar 70.000 unit dalam lima tahun ke depan. Angka tersebut, menurutnya, hanya sekitar 3% dari total 1,8 juta kendaraan yang terjual setiap tahun di Kanada.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Beijing juga diharapkan mulai berinvestasi di industri otomotif Kanada dalam tiga tahun ke depan.
Langkah Ottawa ini diambil di tengah hubungan Kanada-AS yang kembali memanas. Selain isu perdagangan dengan China, kedua negara juga berselisih soal wacana pemerintahan Trump untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark. Bahkan pada 22 Januari lalu, Trump menarik undangannya kepada Kanada untuk bergabung dalam inisiatif “Dewan Perdamaian” yang ia gagas.
