Navaswara.com – Tekanan gaya hidup modern semakin terasa hingga ke urusan rambut. Aktivitas padat, paparan panas alat styling, polusi, hingga proses kimia membuat rambut dan kulit kepala bekerja ekstra. Menjawab kondisi tersebut, Paragon memperkenalkan DermaScalp Expert, rangkaian perawatan rambut yang dikembangkan untuk menghadapi fenomena pressured hair melalui pendekatan teknologi biomimetik.
Teknologi ini bekerja dengan meniru struktur alami kulit kepala, sehingga perawatan dapat menyesuaikan kebutuhan biologis scalp. Fokusnya bukan hanya pada batang rambut, tetapi juga pada fondasi utamanya, yaitu kulit kepala yang sehat. Pendekatan ini menandai pergeseran cara pandang dalam perawatan rambut, dari sekadar tampilan menjadi perhatian menyeluruh terhadap kesehatan scalp.
Senior Group Head of Paragon Personal Care & Male Grooming ParagonCorp, Khikin Indahsari, menilai kondisi pressured hair masih sering luput dari perhatian. Padahal, tekanan yang terjadi secara terus-menerus dapat memicu berbagai gangguan kulit kepala yang berdampak langsung pada kualitas rambut.
“Perempuan aktif menghadapi banyak tekanan setiap hari, termasuk pada rambut dan kulit kepala. Sayangnya, hal ini kerap tidak disadari. DermaScalp Expert kami hadirkan untuk membantu kulit kepala kembali menjalankan fungsinya secara optimal,” kata Khikin dalam acara peluncuran DermaScalp Expert di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.

Dalam peluncuran tersebut, fashion enthusiast dan model Alyssa Daguise juga membagikan pengalamannya menghadapi tekanan pada rambut akibat tuntutan pekerjaan. Aktivitas photoshoot dan styling yang intens membuat rambutnya kerap terpapar panas, yang dalam jangka waktu tertentu berdampak pada kelembapan dan kilau alami rambut.
“Menurut aku bukan cuma skincare routine, kita juga harus memperhatikan hair routine. Pekerjaan aku menuntut photoshoot dan styling hampir setiap hari. Paparan panas dari alat styling membuat rambut aku sempat kering dan kusam,” ujar istri Algazhali ini.
Ia juga mengaku sempat merasa khawatir ketika melihat rambutnya lebih mudah rontok saat keramas. Dari situ, ia mulai lebih selektif dan tidak lagi asal mencoba produk. Alyssa memilih perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit kepala, bukan hanya berdasarkan klaim atau tren.
Pengalaman tersebut membuatnya lebih peka terhadap sinyal dari scalp. Ia menekankan pentingnya mengenali kondisi kulit kepala sebelum menentukan produk, karena salah memilih sampo atau perawatan bisa berdampak langsung pada hasil styling dan kenyamanan rambut sehari-hari. Rambut yang lepek atau terlalu kering, menurutnya, sering kali berasal dari ketidaksesuaian antara produk dan kebutuhan kulit kepala.
Perubahan cuaca juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Alyssa menyebut rambutnya bereaksi berbeda saat berada di Jakarta yang lembap dibandingkan ketika berada di luar negeri. Kondisi ini membuatnya menyesuaikan rutinitas perawatan agar tetap relevan dengan lingkungan.
Salah satu langkah yang kini konsisten ia lakukan adalah penggunaan hair serum. Produk ini sebelumnya kerap diabaikan, namun kini menjadi bagian penting dalam rutinitasnya. Menurut Alyssa, penggunaan serum secara rutin membuat kulit kepala terasa lebih seimbang dan rambut tampak lebih bervolume serta berkilau.

Pakar Dermatologist dan Trichologist Expert, dr. Ardhiah Iswanda Putri, menekankan pentingnya konsep scalp cycling sebagai waktu jeda agar kulit kepala dapat bernapas dan pulih secara alami. Beliau mengibaratkan kulit kepala seperti tanah pada tanaman yang akan tumbuh subur jika tidak terus-menerus dibebani oleh pupuk atau bahan kimia berlebih tanpa henti. “Tanah waktu untuk bernapas, tanaman tumbuhnya baik,” ujar dr. Ardhiah saat menjelaskan bahwa tanpa adanya jeda, fenomena pressured hair akan muncul dan merusak struktur rambut secara permanen.
Gejala pressured hair seperti kulit kepala yang mudah lepek dan gatal sering kali diabaikan oleh masyarakat meskipun merupakan tanda awal terjadinya gangguan kesehatan kulit yang serius. dr. Ardhiah memperingatkan bahwa banyak pasien mengalami penipisan rambut seboroik hingga alopecia karena membiarkan kondisi kulit kepala tidak terawat dalam jangka waktu yang sangat lama. “Ada pressure hair, dialami banyak orang,” tegasnya saat mengingatkan pentingnya memperhatikan sinyal dari kulit kepala yang merupakan perpanjangan dari kulit wajah yang menipis seiring bertambahnya usia.
Fenomena pressured hair sendiri ditandai oleh kombinasi berbagai tekanan, mulai dari proses kimia seperti pewarnaan, tekanan mekanis akibat ikatan rambut atau penyisiran, paparan panas dari alat styling, hingga faktor lingkungan seperti polusi dan kelembapan ekstrem. Akumulasi faktor ini dapat membuat rambut lebih rapuh dan kulit kepala menjadi sensitif.
Kesadaran masyarakat saat ini dinilai masih sangat rendah karena mayoritas hanya berfokus pada masalah panjang rambut atau kerontokan tanpa memedulikan kesehatan kulit kepala sebagai fondasi utama. Meskipun kerontokan seratus helai per hari adalah hal normal, perhatian utama seharusnya tertuju pada bagaimana kualitas pertumbuhan rambut baru pada kulit kepala yang sehat dan stabil.
Oleh karenanya, melalui DermaScalp Expert, Paragon mendorong kesadaran bahwa perawatan rambut perlu dimulai dari scalp. Pendekatan scalp first ini menempatkan kesehatan kulit kepala sebagai fondasi utama untuk rambut yang tampak kuat dan terawat. Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, perhatian terhadap scalp menjadi langkah preventif agar rambut tetap berada dalam kondisi optimal untuk jangka panjang.
