Navaswara.com – Hubungan Amerika Serikat dan Kanada memanas. Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras yang berpotensi mengguncang ekonomi tetangga utaranya itu. Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan tak akan ragu menjatuhkan tarif impor raksasa jika Kanada nekat mempererat hubungan dagang dengan Tiongkok.
“Jika Kanada mencapai kesepakatan dengan China, mereka akan langsung menghadapi tarif 100 persen untuk semua barang yang dijual ke Amerika Serikat,” tulis Trump dengan gaya khasnya yang blak-blakan.
Ancaman tersebut tak sebatas retorika media sosial. Trump dilaporkan telah menyampaikan peringatan serupa secara langsung kepada Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. Pesannya tegas, kerja sama dagang dengan Beijing hanya akan menjadi bom waktu yang dapat “menghancurkan bisnis Kanada”.
Kekhawatiran utama Trump adalah kemungkinan Kanada dijadikan jalur alternatif bagi produk-produk Tiongkok untuk masuk ke pasar AS, menghindari tarif tinggi yang selama ini diberlakukan Washington.
“Jika Carney berpikir dia dapat mengubah Kanada menjadi ‘pintu belakang’ bagi China untuk membawa barang ke AS, dia sangat keliru,” tegas Trump.
Ketegangan ini berakar dari kesepakatan prinsip yang dicapai Kanada dan Tiongkok pada 16 Januari lalu. Dalam kesepakatan tersebut, Kanada sepakat memangkas tarif impor kendaraan listrik asal Tiongkok menjadi 6,1 persen.
Sebagai imbalannya, Beijing berjanji menurunkan tarif impor biji canola asal Kanada menjadi 15 persen sebelum Maret mendatang. Kesepakatan ini semula disambut positif, terutama oleh sektor pertanian Kanada, sebelum akhirnya memicu reaksi keras dari Gedung Putih.
Sikap Mark Carney sendiri dinilai kerap berseberangan dengan Washington. Dalam kunjungannya ke Tiongkok, ia menyebut Beijing sebagai “mitra yang dapat diandalkan”. Di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Carney juga menyinggung sistem tata kelola global yang dipimpin Amerika Serikat sebagai tatanan yang “sedang retak”.
Respons Trump datang dengan cepat. Dua hari sebelum ancaman tarif diumumkan ke publik, Trump mencabut undangan Carney untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian, sebuah langkah yang dinilai sebagai sinyal memburuknya hubungan personal kedua pemimpin.
Di sisi lain, posisi Kanada kini berada di persimpangan sulit. Untuk sementara, ekspor Kanada ke AS masih berada di bawah perlindungan Perjanjian Amerika Serikat–Meksiko–Kanada (USMCA). Namun, perjanjian tersebut dijadwalkan memasuki masa peninjauan tahun ini.
Jika ancaman tarif 100 persen benar-benar direalisasikan, bukan hanya perekonomian Kanada yang terancam terpukul, tetapi juga masa depan perdagangan bebas di kawasan Amerika Utara.
