Billie Eilish Kritik Kebijakan Imigrasi AS di Grammy 2026, Pernyataannya Sempat Disensor TV

Navaswara.com – Penyanyi Billie Eilish menyampaikan kritik terbuka terhadap kebijakan imigrasi Amerika Serikat saat menerima penghargaan Song of the Year di ajang Grammy Awards 2026, Minggu (waktu setempat). Pernyataannya tersebut sempat disensor dalam siaran televisi oleh CBS.

Eilish naik ke panggung bersama sang kakak, Finneas O’Connell, untuk menerima penghargaan atas lagu Wildflower, yang dirilis pada Februari tahun lalu dan ditulis serta diproduseri bersama Finneas. Acara digelar di Crypto.com Arena, Los Angeles.

Dalam pidato singkatnya, Eilish menyinggung kebijakan penegakan imigrasi yang dijalankan pemerintah AS melalui Immigration and Customs Enforcement (ICE). Ia menyatakan solidaritasnya terhadap para imigran dan menolak narasi kriminalisasi terhadap kelompok tersebut.

“Sejujur apa pun rasa syukur saya, saya merasa tidak perlu mengatakan apa pun selain bahwa tidak ada manusia yang ilegal di tanah yang pernah direbut,” ujar Eilish, merujuk pada sejarah kolonisasi di Amerika.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah suasana protes simbolik di Grammy Awards. Sejumlah musisi dan figur publik terlihat mengenakan pin bertuliskan “ICE OUT” sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan imigrasi ketat yang kembali menguat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Eilish melanjutkan pidatonya dengan mengajak komunitas seni untuk tetap bersuara di tengah situasi politik yang menurutnya sulit. Ia menegaskan pentingnya solidaritas dan peran publik figur dalam menyuarakan keadilan.

“Sangat sulit menentukan apa yang harus dikatakan dan dilakukan saat ini. Tapi saya merasa penuh harapan berada di ruangan ini. Kita harus terus berbicara, bersuara, dan memperjuangkan apa yang kita yakini, karena suara kita dan manusia itu penting,” katanya.

Di akhir pidato, Eilish melontarkan pernyataan keras yang kemudian disensor oleh CBS dalam siaran langsung. Sensor berlangsung selama beberapa detik, sehingga pemirsa televisi tidak mendengar ucapannya secara utuh.

Meski demikian, reaksi di dalam arena terpantau positif. Sejumlah penonton berdiri dan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk dukungan atas pernyataan Eilish.

Pernyataan Eilish juga sejalan dengan sikap sejumlah musisi lain yang sebelumnya menyuarakan kritik serupa. Penyanyi Kehlani, misalnya, turut menyinggung isu kebijakan imigrasi dalam pidatonya sebelum siaran utama Grammy dimulai. Kehlani, yang meraih dua penghargaan R&B tahun ini, mengajak para seniman untuk bersatu menentang ketidakadilan.

“Kita semua punya kekuatan. Jika bersatu, kita bisa lebih lantang menyuarakan penolakan terhadap berbagai ketidakadilan yang terjadi,” ujar Kehlani, seperti dikutip Billboard.

Ajang Grammy Awards tahun ini pun menjadi salah satu panggung paling menonjol bagi para musisi untuk menyampaikan sikap politik mereka, khususnya terkait isu imigrasi dan hak asasi manusia di Amerika Serikat.