Navaswara.com – Arus informasi yang bergerak begitu cepat di era digital membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul berbagai tantangan yang tidak bisa diabaikan, mulai dari maraknya disinformasi, polarisasi sosial, hingga menurunnya kualitas komunikasi publik. Menyadari pentingnya penguatan karakter dan wawasan kebangsaan di tengah situasi tersebut, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan di Era Disrupsi Digital” pada Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kampus UPNVJ ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat ketahanan ideologi, literasi digital, serta wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Seminar menghadirkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, aparatur sipil negara, organisasi kemahasiswaan, komunitas kepemudaan, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu-isu kebangsaan.
Mengangkat tema “Penguatan Ketahanan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan di Era Digital”, seminar ini menjadi ruang refleksi sekaligus dialog terbuka mengenai bagaimana masyarakat, khususnya generasi muda, dapat tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh pengetahuan, berkomunikasi, hingga membentuk opini. Di satu sisi, digitalisasi membuka akses informasi yang luas dan meningkatkan partisipasi publik. Namun di sisi lain, ruang digital juga menjadi lahan subur bagi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, manipulasi informasi, hingga berbagai bentuk disinformasi yang berpotensi mengancam persatuan bangsa.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengusung identitas sebagai Kampus Bela Negara, UPNVJ memandang bahwa penguatan wawasan kebangsaan dan kemampuan berpikir kritis menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Perguruan tinggi tidak hanya berperan mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab membangun generasi yang memiliki integritas, kesadaran kebangsaan, serta kemampuan menyikapi informasi secara cerdas dan bertanggung jawab.
Seminar menghadirkan Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm., sebagai pembicara utama yang membahas pentingnya ketahanan nasional, penguatan ideologi Pancasila, dan wawasan kebangsaan dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi di ruang digital.
Selain itu, hadir pula Brigjen Pertuhutan Marpaung, S.IP., M.Han. dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang memberikan perspektif mengenai bela negara, pertahanan nirmiliter, serta penguatan ketahanan ideologi di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin kompleks.
Melalui kombinasi perspektif akademik dan kebijakan negara, peserta diajak memahami bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari ancaman fisik, tetapi juga dari perang informasi, polarisasi sosial, serta berbagai upaya yang dapat melemahkan persatuan dan identitas nasional.
Berbagai materi yang dibahas mencakup ketahanan ideologi Pancasila di tengah disrupsi digital dan dinamika geopolitik global, penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara, peran kampus dalam membentuk karakter kebangsaan, hingga strategi menghadapi disinformasi yang semakin masif di media sosial.
Pelaksanaan seminar dikemas secara interaktif melalui pemaparan narasumber, diskusi panel, serta sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdialog langsung mengenai berbagai isu aktual yang berkembang di masyarakat.
Lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi strategis terkait penguatan wawasan kebangsaan dan ketahanan ideologi di era digital. Hasil pemikiran tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi bahan awal penyusunan policy brief yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, pemerintah, lembaga negara, maupun pemangku kepentingan lainnya.
Melalui Seminar Kebangsaan ini, UPNVJ kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, mampu berpikir kritis, bersikap inklusif, serta bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital sebagai sarana membangun masa depan bangsa.
