Transjakarta Hadirkan Rute Baru Open Top Tour Jakarta Batavia, Mengajak Warga Menemukan Kembali Kisah Ibu Kota

Navaswara.com – Jakarta tidak pernah kehabisan cerita. Di balik deretan gedung pencakar langit, jalan-jalan protokol yang sibuk, hingga kawasan tua yang masih berdiri kokoh, tersimpan jejak panjang perjalanan sebuah kota yang terus berkembang mengikuti zaman.

Kini, kisah itu dapat dinikmati dengan cara yang berbeda. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) meluncurkan Open Top Tour of Jakarta – Jakarta Batavia, sebuah rute wisata baru yang mengajak masyarakat menyusuri sejarah ibu kota menggunakan bus wisata atap terbuka. Peluncuran dilakukan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di kawasan Sarinah dan Kota Tua, Kamis (23/7/2026).

Bagi Transjakarta, layanan ini bukan sekadar menambah pilihan rute wisata. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang tidak hanya berfungsi sebagai alat mobilitas, tetapi juga sebagai media edukasi dan pengalaman menikmati Jakarta dari sudut pandang yang berbeda.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai, banyak warga setiap hari melewati bangunan dan kawasan bersejarah tanpa benar-benar memahami cerita yang tersimpan di baliknya. Karena itu, Open Top Tour Jakarta Batavia menjadi cara baru untuk mempertemukan masyarakat dengan identitas kotanya sendiri.

Menurutnya, perjalanan dari Sarinah menuju Kota Tua bukan sekadar perpindahan lokasi, melainkan perjalanan menelusuri memori Jakarta yang telah dibangun selama ratusan tahun.

“Sering kali kita melintasi tempat-tempat bersejarah tanpa sempat mengenalnya. Melalui rute ini, masyarakat diajak melihat kembali perjalanan Jakarta dan memahami bagaimana kota ini tumbuh hingga menjadi metropolitan seperti sekarang,” ujarnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap menghargai akar sejarah dan budayanya.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa inovasi layanan ini merupakan bagian dari transformasi Transjakarta dalam menghadirkan pengalaman yang lebih luas kepada pelanggan.

Selama ini, masyarakat mengenal Transjakarta sebagai moda transportasi harian. Kini, perusahaan ingin memperluas fungsi tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata perkotaan yang edukatif.

Menurut Welfizon, transportasi publik dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan ketika dipadukan dengan narasi sejarah, budaya, dan perkembangan kota.

“Melalui rute Jakarta Batavia, kami ingin masyarakat menikmati Jakarta dari perspektif yang berbeda, sekaligus mengenal perjalanan sejarah dan budaya yang membentuk identitas ibu kota,” katanya.

Yang membuat rute ini berbeda adalah hadirnya audio guide di sepanjang perjalanan. Penumpang tidak hanya menikmati panorama kota dari atas bus terbuka, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai bangunan-bangunan cagar budaya, kawasan bersejarah, hingga berbagai peristiwa penting yang pernah terjadi di lokasi yang dilintasi.

Perjalanan dimulai dari Sarinah menuju Kota Tua, melewati sejumlah titik yang menjadi saksi perkembangan Jakarta sejak era kolonial hingga menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi nasional.

Peluncuran Jakarta Batavia sekaligus melengkapi empat pilihan Open Top Tour Transjakarta yang kini dapat dinikmati masyarakat.

Selain Jakarta Batavia, tersedia pula Jakarta Skyline yang menawarkan panorama kawasan Sudirman dan MH Thamrin pada sore hingga malam hari, Jakarta Heritage yang mengajak penumpang menjelajahi kawasan bersejarah seperti Gedung Filateli, Pasar Baru, Lapangan Banteng, Istiqlal, Katedral, hingga Istana Negara, serta Jakarta Seaside yang menyuguhkan pengalaman menikmati wajah pesisir Jakarta di kawasan Pantai Indah Kapuk.

Keempat rute tersebut menunjukkan bahwa Jakarta memiliki beragam wajah. Ada wajah modern dengan gedung-gedung tinggi, wajah sejarah yang tetap lestari, hingga kawasan pesisir yang terus berkembang sebagai destinasi rekreasi.

Bagi wisatawan maupun warga Jakarta sendiri, pilihan tersebut memberikan pengalaman baru menikmati kota tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk menikmati layanan Open Top Tour Jakarta Batavia, pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi TJ: Transjakarta dengan tarif Rp75.000 per orang.

Pada tahap awal, Transjakarta mengoperasikan satu unit bus atap terbuka dengan tiga jadwal keberangkatan setiap hari, yaitu pukul 16.00 WIB, 18.30 WIB, dan 20.30 WIB.

Lebih dari sekadar wisata kota, hadirnya rute Jakarta Batavia menjadi pengingat bahwa sejarah bukan hanya tersimpan di museum atau buku pelajaran. Sejarah hidup di jalan-jalan yang setiap hari dilalui masyarakat, pada bangunan yang tetap berdiri di tengah modernisasi, dan pada kisah-kisah yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui inovasi ini, Transjakarta menunjukkan bahwa transportasi publik dapat menjadi jembatan yang menghubungkan mobilitas, edukasi, budaya, dan pariwisata dalam satu perjalanan. Sebuah langkah yang bukan hanya memperkaya pengalaman pelanggan, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Jakarta sebagai kota yang terus bergerak tanpa melupakan akar sejarahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *