Navaswara.com –
Derap langkah para perwira muda memenuhi Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri. Di tengah semangat pelantikan dan pengabdian, harapan besar masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang cepat, humanis, dan profesional turut mengiringi langkah mereka. Momentum itu menandai lahirnya 1.848 perwira baru Polri yang akan memperkuat pelayanan hingga ke tingkat daerah.
Sebanyak 1.848 Perwira Polri resmi dilantik dalam Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis (4/6/2026).

Jumlah perwira yang dilantik terdiri dari 1.798 lulusan SIP Angkatan ke-55 dan 50 lulusan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11. Mayoritas dari mereka akan kembali bertugas di jajaran Polda dan Polres untuk mengisi kebutuhan perwira di tingkat kewilayahan.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan hampir 90 persen perwira baru akan ditempatkan di daerah guna memperkuat pelayanan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Hampir 90 persen kembali ke Polda dan Polres karena masih banyak kebutuhan jabatan perwira, khususnya di tingkat Polres,” ujar Wakapolri.
Menurutnya, sebagian besar perwira baru akan memperkuat fungsi Samapta dan berbagai layanan kepolisian yang menjadi garda terdepan interaksi Polri dengan masyarakat. Mereka dituntut memiliki kemampuan merespons cepat setiap laporan warga, menjunjung tinggi integritas, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam bertugas.
Wakapolri menegaskan bahwa Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), layanan Hotline 110, Command Center, hingga fungsi Samapta merupakan wajah utama Polri yang secara langsung membentuk kepercayaan publik terhadap institusi.
“Dari interaksi di SPKT, layanan 110 maupun pelayanan kepolisian lainnya, citra Polri dibangun. Karena itu pelayanan publik harus menjadi perhatian utama seluruh anggota Polri, khususnya para perwira yang baru dilantik,” katanya.
Sebagai bagian dari transformasi kelembagaan, Polri terus memperkuat ekosistem pelayanan berbasis quick response melalui optimalisasi Hotline 110, penguatan Command Center, peningkatan kualitas layanan SPKT, serta penguatan fungsi Samapta sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Menurut Wakapolri, kualitas pelayanan publik menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, pemanfaatan teknologi informasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia akan terus dilakukan guna menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
“Pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan humanis harus menjadi standar baru pelayanan kepolisian di seluruh wilayah,” tegasnya.
Wakapolri juga mengingatkan bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar kepada Polri, terutama dalam aspek kecepatan merespons laporan, kualitas pelayanan publik, keadilan dalam penegakan hukum, serta penguatan pengawasan internal.
Karena itu, kehadiran 1.848 perwira baru diharapkan mampu mempercepat transformasi pelayanan Polri hingga ke tingkat Polres dan Polsek, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Pelantikan perwira baru ini tidak hanya menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri, tetapi juga investasi sumber daya manusia untuk memperkuat pelayanan publik, menjaga keamanan, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
