Navaswara.com — Di tengah perairan yang tenang, kepanikan sempat menyelimuti puluhan penumpang ketika kapal yang mereka tumpangi mendadak berhenti. Namun, respons cepat aparat menjadi penentu, menghadirkan rasa aman di situasi yang berpotensi membahayakan.
Sebanyak 54 penumpang Kapal Motor Ansori berhasil dievakuasi dengan selamat setelah kapal mengalami mati mesin di perairan timur Pulau Lancang Kecil, Kepulauan Seribu, Rabu 1 April 2026. Evakuasi dilakukan cepat oleh jajaran Polres Kepulauan Seribu bersama tim gabungan.
Insiden bermula saat kapal bertolak dari Dermaga Tradisional Rawasaban, Tangerang menuju Pulau Pari sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam perjalanan, mesin kapal mengalami gangguan yang diduga terjadi pada bagian polipambel sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Informasi kejadian diterima oleh petugas Bhabinkamtibmas Pulau Lancang sekitar pukul 12.05 WIB. Tanpa menunggu lama, koordinasi langsung dilakukan dengan Damkar Pos Pulau Lancang dan Satpol PP untuk melakukan evakuasi.
Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 12.20 WIB dan mendapati kapal dalam kondisi telah berlabuh di belakang Pulau Lancang Kecil. Meski situasi relatif kondusif, evakuasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan seluruh penumpang.
Sekitar pukul 13.10 WIB, seluruh penumpang berhasil dipindahkan ke kapal lain, Kapal Raja Pandita, untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Pari.
Kapolres Kepulauan Seribu, Argadija Putra, mengapresiasi kesigapan anggotanya serta sinergi lintas instansi dalam penanganan kejadian tersebut.
“Respons cepat anggota di lapangan menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan masyarakat. Sinergi yang solid membuat seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman tanpa korban jiwa,” ujarnya.
Kapal tersebut dinakhodai oleh Mamit dengan tiga anak buah kapal, yakni Mulyadi, Solihin, dan Wahyudin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian materiil terbatas pada kerusakan mesin kapal.
Dari perspektif keselamatan publik, kejadian ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan aparat serta koordinasi lintas instansi dalam menghadapi situasi darurat. Respons cepat tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan keamanan.
Polres Kepulauan Seribu memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah perairan yang menjadi jalur transportasi vital bagi warga dan wisatawan.
