UPNVJ Perkuat Internasionalisasi, Hadirkan Direktur IKMAS UKM Bahas Keamanan Asia Tenggara

Navaswara.com –  Komitmen internasionalisasi pendidikan tinggi kembali ditegaskan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Melalui Program Studi Hubungan Internasional FISIP, UPNVJ menghadirkan Direktur Institute of Malaysian and International Studies (IKMAS) Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Mohd Kamarulnizam Bin Abdullah, dalam Program Adjunct Professor yang berlangsung pada 2–5 Maret 2026 di Kampus UPNVJ.

Program ini menjadi respons akademik atas meningkatnya kompleksitas ancaman keamanan di Asia Tenggara. Isu-isu seperti terorisme, migrasi lintas negara, tata kelola perbatasan, hingga dampak perubahan iklim terhadap keamanan maritim kini tidak lagi berdiri sendiri. Ancaman non-tradisional tersebut semakin beririsan dengan stabilitas politik, ekonomi, dan sosial kawasan.

Rektor UPNVJ, Anter Venus, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran akademisi dan pakar kebijakan dari Malaysia menjadi momentum penting untuk memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen mengenai praktik kebijakan keamanan di tingkat nasional dan regional.

Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada penguatan pengajaran, tetapi juga diarahkan pada inisiasi joint research dan joint publication antara UPNVJ dan Universiti Kebangsaan Malaysia. Selain itu, pengembangan research cluster di bidang keamanan regional dan perbatasan menjadi bagian dari strategi jangka panjang universitas.

Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan dirancang secara tematik dan terstruktur. Pada hari pertama, Prof. Kamarulnizam menyampaikan kuliah umum bertema Board of Peace dari Perspektif Malaysia yang diikuti mahasiswa S1, S2, serta dosen. Materi ini mengulas pendekatan Malaysia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.

Hari berikutnya diisi dengan workshop dosen bertajuk National Security Policy Design: From White Paper to Implementation. Diskusi mendalam mengenai proses perumusan kebijakan keamanan nasional, dari penyusunan dokumen strategis hingga implementasi operasional, menjadi sorotan utama sesi tersebut.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan kuliah interaktif kelas kecil bertema Non-Traditional Security: Climate, Migration, and Maritime Risks in Southeast Asia. Diskusi ini menyoroti keterkaitan perubahan iklim, migrasi, dan risiko maritim dalam lanskap keamanan regional yang semakin dinamis.

Program ditutup dengan sesi konsultasi revisi kurikulum bertajuk Curriculum Alignment and Global Benchmarking. Agenda ini menitikberatkan pada penyelarasan kurikulum Hubungan Internasional dengan standar global serta penguatan kompetensi lulusan agar adaptif terhadap dinamika keamanan kontemporer.

Melalui program Adjunct Professor ini, UPNVJ menegaskan langkah transformasinya menuju perguruan tinggi negeri yang unggul dan berdaya saing internasional. Kolaborasi lintas negara, penguatan klaster riset strategis, serta peningkatan kualitas pembelajaran menjadi fondasi penting dalam memposisikan UPNVJ sebagai salah satu pusat kajian keamanan dan hubungan internasional di Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *