UPNVJ Perkuat Komitmen Kampus Hijau, 250 Titik Biopori Dibangun di Dua Kampus

Navaswara.com Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta mulai menggeser isu lingkungan dari sekadar wacana menjadi aksi nyata. Rabu, 15 April 2026, kampus ini resmi meluncurkan program biopori yang langsung menyasar pembangunan 250 titik lubang resapan di Kampus Pondok Labu dan Limo.

Peluncuran dilakukan di depan Gedung Fakultas Kedokteran dan dipimpin langsung oleh Rektor UPNVJ, Anter Venus. Momen itu tidak berhenti pada seremoni. Rektor turun langsung membuat lubang biopori dan memasukkan pipa paralon sebagai media pengolahan sampah organik. Sederhana, tapi pesannya jelas: perubahan dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan bersama.

Program ini dirancang dengan dua tujuan sekaligus. Di satu sisi, biopori berfungsi meningkatkan daya serap air tanah, sesuatu yang krusial untuk menekan potensi genangan di kawasan kampus. Di sisi lain, lubang biopori dimanfaatkan untuk mengelola sampah organik agar tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah. Dengan pendekatan ini, pengelolaan lingkungan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terhubung langsung dengan kebiasaan sehari-hari warga kampus.

Rektor menegaskan bahwa langkah ini bukan kegiatan simbolik yang selesai dalam satu hari. Ada komitmen jangka panjang di baliknya. Kampus ingin membangun sistem yang konsisten, di mana sivitas akademika ikut terlibat, bukan sekadar menjadi penonton.

Penyebaran 250 titik biopori di dua lokasi kampus menunjukkan bahwa agenda keberlanjutan mulai ditempatkan sebagai bagian dari tata kelola institusi. Bukan lagi kegiatan insidental, melainkan infrastruktur yang dirancang untuk bekerja dalam jangka panjang, menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertib.

Lebih dari itu, program ini juga membawa fungsi edukasi yang kuat. Keberadaan biopori di area kampus menjadi sarana belajar yang nyata. Mahasiswa dan civitas tidak hanya memahami konsep keberlanjutan di ruang kelas, tetapi juga melihat dan mempraktikkannya langsung dalam keseharian.

Langkah ini memberi sinyal bahwa arah pengembangan kampus ke depan tidak hanya bicara soal akademik, tetapi juga tentang bagaimana institusi pendidikan ikut bertanggung jawab terhadap lingkungan. Di titik ini, UPNVJ mencoba menunjukkan bahwa kampus hijau bukan sekadar label, tapi proses yang dibangun pelan-pelan—dan dimulai dari hal yang paling dasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *