Buang Sampah Bisa Jadi Saldo Digital, Ini Inisiatif BCA Digital, Bluebird, dan Rekosistem di Bali

Navaswara.com – Persoalan sampah masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Bali. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, dari sekitar 37 juta ton sampah per tahun di Indonesia, baru 33 persen yang berhasil dikelola. Di Bali, timbulan sampah tercatat mencapai 1,2 juta ton per tahun.

Melihat kondisi tersebut, BCA Digital, Bluebird Group, dan Rekosistem berkolaborasi menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi. Ketiganya meresmikan #bluBuatBaik Waste Station di Pool Bluebird Jimbaran, Bali, Rabu (17/12).

Waste station ini menjadi titik drop-off sampah anorganik yang terintegrasi dengan sistem insentif digital. Masyarakat yang menyetor sampah terpilah dapat menukarkannya menjadi saldo digital di aplikasi blu milik BCA Digital.

Ubah Sampah Jadi Saldo Digital

Melalui program ini, pengguna dapat membawa sampah anorganik ke waste station, menyetorkannya menggunakan aplikasi Rekosistem untuk mendapatkan Rekopoin, lalu menukarkannya menjadi saldo bluAccount.

Head of Corporate Communications BCA Digital, Nariswari Yudianti, mengatakan insentif saldo digital dihadirkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Kami ingin kehadiran blu membawa dampak positif. Insentif saldo digital ini diharapkan membuat pengelolaan sampah terasa lebih mudah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Nariswari.

Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor keuangan.

Kolaborasi Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

Hingga saat ini, kolaborasi BCA Digital dan Rekosistem telah menghadirkan delapan waste station di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Tangerang, Bandung, Surabaya, dan kini Bali.

Secara kumulatif, ekosistem ini telah mengumpulkan 163.595 kilogram sampah, menekan emisi karbon hingga 154.638 kilogram CO₂, dan melibatkan lebih dari 2.774 pengguna aktif.

Bluebird Group turut berperan dengan menyediakan lokasi strategis yang mudah diakses publik. General Manager Bluebird Group Bali & Lombok, Panca Wiadnyana, menyebut inisiatif ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan.

“Di Bali, kami telah mengoperasikan puluhan kendaraan listrik serta memanfaatkan panel surya. Kehadiran waste station ini melengkapi upaya kami dalam mendukung transportasi dan lingkungan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Sentuhan Seni Pop-Art di Waste Station Bali

Waste station di Jimbaran juga dirancang dengan pendekatan visual yang berbeda. Seniman lokal Bali, Monez, menghadirkan mural bergaya pop-art dengan karakter berbusana adat Bali dan nuansa tropis.

Sentuhan seni ini diharapkan dapat mengubah persepsi pengelolaan sampah menjadi bagian dari gaya hidup modern dan ramah lingkungan.

Ke depan, model kolaborasi yang menggabungkan teknologi, pengelolaan sampah, dan pendekatan kreatif ini ditargetkan dapat diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *