Realisasi APBD 2025 Menguat, Gubernur Pramono Optimistis Jakarta Capai Target Pembangunan

Navaswara.com – Suasana penuh kesiapan di Balairung Balai Kota Jakarta saat jajaran Pemerintah Provinsi DKI memaparkan realisasi APBD 2025 di hadapan media. Para pejabat tampak menyiapkan data, grafik, dan laporan kunci yang menggambarkan perjalanan fiskal Jakarta sepanjang tahun. Di antara layar presentasi yang menyala, tersaji rangkaian capaian yang menunjukkan stabilnya fondasi ekonomi ibu kota.

Dalam konferensi pers pada Jumat 21 November 2025, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa realisasi APBD 2025 menunjukkan tren positif dan menjadi bukti kuatnya komitmen Pemprov DKI terhadap transparansi fiskal dan akuntabilitas publik. Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi anggaran merupakan bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang semakin berdaya saing.

Pramono menjelaskan bahwa hingga Oktober 2025, berbagai indikator utama menunjukkan perekonomian Jakarta berada dalam momentum pertumbuhan yang solid, stabil, dan inklusif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,96 persen, didorong oleh sektor jasa, transportasi, dan akomodasi yang terus pulih.

Jakarta tetap berperan sebagai pusat perputaran ekonomi nasional dengan kontribusi 16,39 persen terhadap PDB. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Jakarta akan tumbuh antara 4,6 hingga 5,4 persen pada 2025 seiring meningkatnya aktivitas dunia usaha dan mobilitas masyarakat.

Stabilitas harga juga terjaga. Inflasi DKI sebesar 2,69 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional. Penurunan ini merupakan hasil kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersama pemangku kepentingan melalui pengawasan rutin, program pangan bersubsidi, kerja sama pasokan antardaerah, serta optimalisasi jaringan pasokan melalui Jakmart, Jakgrosir, dan revitalisasi pasar.

Di bidang ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka menurun ke 6,05 persen per Agustus 2025. Penurunan tersebut dipicu oleh ragam program penempatan kerja, termasuk 20 job fair, 280 pelatihan reguler, dan 245 kegiatan Mobile Training Unit (MTU) yang menjangkau 93 kelurahan di Jakarta. Pemprov DKI juga memastikan inklusivitas ketenagakerjaan lewat Job Fair and Upskilling Disabilitas 2025.

Realisasi investasi hingga Triwulan III 2025 mencapai Rp204,13 triliun atau tumbuh 6,4 persen. DKI menyumbang 14,24 persen dari total investasi nasional dan menciptakan lapangan kerja bagi 338.310 orang. Gubernur Pramono menegaskan bahwa iklim investasi diperkuat melalui kemudahan perizinan, optimalisasi Mal Pelayanan Publik, serta promosi terpadu melalui Jakarta Investment Centre.

Pada sisi fiskal, APBD-P DKI Jakarta 2025 tercatat sebesar Rp91,86 triliun. Pendapatan daerah meningkat dari Rp62,39 triliun menjadi Rp68,53 triliun per November atau 81,15 persen dari target pendapatan Rp84,45 triliun. Belanja daerah mencapai Rp51,98 triliun atau 60,46 persen dari target. Proses pengadaan barang dan jasa telah menyelesaikan 95,34 persen atau 21.631 paket.

SILPA meningkat dari Rp18,08 triliun menjadi Rp20,09 triliun per 20 November 2025. Adapun posisi anggaran per Oktober mencatatkan surplus sebesar Rp14,43 triliun. Pemerintah daerah optimistis realisasi anggaran meningkat signifikan menjelang akhir tahun seiring percepatan program di seluruh perangkat daerah.

Gubernur Pramono menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa capaian fiskal dan ekonomi tersebut menjadi pijakan penting bagi Pemprov DKI dalam memastikan keberlanjutan program prioritas kota. “Angka-angka ini memperlihatkan bahwa fundamental ekonomi Jakarta tetap kuat. Kami akan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan warga,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *