Cahaya Manthovani: Tampilkan yang Terbaik, Ceritakan Kisah Rakyat Itu dengan Sepenuh Hati

Navaswara.com — Usai melewati babak penyisihan yang diikuti 1.120 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat, Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 akhirnya memasuki babak final.

Grand Final festival ini resmi digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (23/8/2026).

Sebanyak 20 finalis terbaik tampil di babak penentuan untuk memperebutkan gelar juara dalam empat kategori, yakni Benih Nusantara untuk peserta jenjang SD/MI, Tunas Nusantara (siswa SMP/MTs) , Kuntum Nusantara (SMA/SMK/MA), serta Ranting Nusantara (mahasiswa, guru, dan masyarakat umum).

Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, menyampaikan dukungan penuh kepada seluruh peserta yang telah berhasil melewati rangkaian kompetisi.

Cahaya mengatakan, perjalanan para peserta menuju panggung final bukanlah proses yang singkat.

Ia menjelaskan “Perjalanan ini dimulai jauh sebelum hari ini. 1.120 pendongeng muda dari seluruh Jawa Barat mengunggah karya mereka, hingga terpilih 40 semifinalis kemarin. Hari ini, 20 finalis terbaik hadir di hadapan kita untuk memperebutkan gelar juara,” ujar Cahaya.

Menurutnya, keberhasilan mencapai babak final sudah menjadi pencapaian tersendiri bagi seluruh peserta. Oleh karena itu, ia meminta para finalis tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tapi juga menikmati kesempatan untuk menyampaikan cerita rakyat dengan penuh penghayatan.

Ia menambahkan, “Kepada 20 finalis yang hadir di panggung ini, kalian sudah menjadi pemenang sejak melangkah sejauh ini. Tampilkan yang terbaik, ceritakan kisah rakyat itu dengan sepenuh hati, karena hari ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Tapi tentang bagaimana kita semua menjaga cerita rakyat Indonesia tetap hidup, dari generasi ke generasi.”

Festival Suara Nusantara 2026 sendiri mengusung tema “Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan”. Tema tersebut berangkat dari kegelisahan terhadap perubahan kebiasaan anak-anak dan generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Tak hanya itu, Cahaya juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.

Ia menilai penyelenggaraan Grand Final tidak akan berjalan tanpa kolaborasi antara penyelenggara, pemerintah daerah, sponsor, komunitas, dan media.

“Kami dari Navaswara sangat bersyukur karena langkah ini tidak kami jalani sendiri. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah membuka pintu selebar-lebarnya untuk terselenggaranya Grand Final ini.

Juga kepada seluruh sponsor, community partner, dan media partner yang telah percaya dan mendukung Suara Nusantara sejak awal hingga hari ini,” tuturnya.

Dengan berakhirnya rangkaian kompetisi, Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan. Lebih jauh, festival ini menjadi bagian dari upaya menjaga cerita rakyat agar tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

Dari suara para pendongeng muda di atas panggung, legenda Jawa Barat diharapkan terus hidup dan menemukan pendengarnya di generasi-generasi berikutnya.