Dukung Festival Mendongeng, Pratikno: Jangan Sampai Anak-Anak Asing dengan Budaya Kita Sendiri

Navaswara.com — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Pratikno, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki peran penting dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengenalkan kembali cerita rakyat kepada generasi muda.

Apresiasi itu disampaikan Pratikno dalam rangkaian Grand Final Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat yang resmi digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (23/8/2026).

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Navaswara Buana Kencana atas terselenggaranya festival mendongeng ini. Setelah di Jakarta dan Banten, kini giliran Jawa Barat dengan tema ‘Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan’,” ujar Pratikno.

Ia menilai dongeng bukan sekadar hiburan bagi anak-anak. Di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya, sejarah, serta kearifan lokal yang perlu terus dipelajari dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Bapak ibu yang saya hormati serta anak-anakku yang saya banggakan, mengapa dongeng itu penting? Karena dari cerita-cerita itu kekayaan budaya kita akan terus dipelajari dan terus diwariskan,” katanya.

Menurut Pratikno, tantangan pelestarian budaya semakin besar di tengah perkembangan teknologi digital. Anak-anak saat ini tumbuh dekat dengan internet dan media sosial yang membuat mereka dapat mengakses berbagai budaya dari seluruh dunia dengan sangat cepat.

“Di era sekarang ini, anak-anak pasti sangat akrab dengan internet dan media sosial. Teknologi ini terkadang lebih cepat membawa budaya asing. Jika kita tidak berpegang teguh pada tradisi kita, perlahan-lahan kita bisa asing dengan budaya kita sendiri,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa kekayaan budaya Indonesia merupakan sesuatu yang luar biasa dan tidak boleh hilang hanya karena generasi muda semakin jauh dari cerita-cerita yang berasal dari lingkungannya sendiri.

Oleh karena itu, festival mendongeng dinilai menjadi salah satu ruang yang tepat untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan kreativitas anak.

“Festival mendongeng ini adalah acara yang sangat tepat dan sangat berguna. Ini adalah wadah bagi anak-anak untuk berekspresi sekaligus menjaga agar cerita-cerita asli Indonesia tidak hilang dari negerinya sendiri,” ujar Pratikno.

Grand Final Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat menjadi puncak dari rangkaian kompetisi yang sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan. Sebanyak 20 finalis terbaik tampil dalam babak penentuan untuk memperebutkan gelar juara.

Para finalis tersebut berkompetisi dalam empat kategori, yakni Benih Nusantara, Tunas Nusantara, Kuntum Nusantara, serta Ranting Nusantara. Mereka membawa cerita rakyat dengan kemampuan masing-masing, sekaligus menunjukkan bahwa dongeng masih memiliki tempat penting di tengah perkembangan zaman.

Pratikno pun mengajak seluruh pihak menjadikan festival tersebut bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang untuk menghidupkan kembali cerita rakyat Indonesia.

“Mari kita jadikan agar panggung ini tempat berkarya dan menghidupkan kembali cerita rakyat agar terus dikenang oleh generasi mendatang,” tandasnya.