Navaswara.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar job fair khusus penyandang disabilitas di Universitas Tarumanegara (Untar), Grogol, Jakarta Barat, kemarin. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Rano mengatakan job fair ini menjadi salah satu langkah Pemprov DKI untuk memperluas akses kerja dan menghadirkan kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas.
“Bursa kerja ini adalah bukti komitmen nyata Pemprov DKI dalam menghadirkan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas,” ujar Rano.
Job fair ini mempertemukan pencari kerja disabilitas dengan perusahaan yang menyediakan lowongan yang sudah diadaptasi agar lebih aksesibel. Rano menyebut kegiatan ini bukan hanya soal mempertemukan pencari dan pemberi kerja, tetapi juga meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya kesempatan yang setara.
Menurutnya, penyandang disabilitas masih menghadapi banyak hambatan saat mencari pekerjaan. Dengan pertemuan langsung seperti ini, proses rekrutmen diharapkan bisa lebih inklusif. Perusahaan juga diingatkan untuk melihat potensi besar yang dimiliki para penyandang disabilitas.
Rano mengungkapkan, Jakarta punya kontribusi besar bagi ekonomi nasional, yakni 16,39 persen. Pertumbuhan ekonomi DKI pada kuartal ketiga 2025 tercatat sebesar 4,96 persen.
Namun, di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka di Jakarta per Agustus 2025 masih berada di angka 6,05 persen. Ia menilai kekuatan ekonomi tersebut harus dibarengi dengan kebijakan yang lebih inklusif.
“Pemprov bertekad memastikan lebih banyak warga penyandang disabilitas mendapatkan akses pekerjaan yang layak. Ini bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang memberikan manfaat bagi semua,” kata Rano.
Upaya memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dan Peraturan Daerah DKI Nomor 4 Tahun 2022. Kedua regulasi itu menjadi dasar Pemprov DKI untuk memperkuat program-program terkait disabilitas.
Sebelumnya, Rano juga menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di Ancol. Ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi warga disabilitas.
Pemprov DKI berupaya memperluas ruang ekspresi dan akses bagi penyandang disabilitas melalui program seni, pendidikan, ketenagakerjaan, transportasi, hingga layanan publik. Tujuannya, mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan.
