Tinjau Hasil PKPN Revitalisasi Pendidikan di Bogor, Menko PMK Tegaskan Komitmen Presiden Bangun SDM Unggul

Navaswara.com —Di balik kemajuan sebuah bangsa, selalu ada ruang-ruang belajar yang menjadi tempat lahirnya mimpi, harapan, dan masa depan. Sekolah bukan sekadar bangunan tempat anak-anak menuntut ilmu, melainkan fondasi utama yang menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Karena itulah, investasi terbesar sebuah negara sejatinya bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada pembangunan manusia.

Komitmen itulah yang terus ditegaskan Pemerintah melalui Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Revitalisasi Pendidikan yang menjadi salah satu agenda strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, cerdas, dan kompetitif.

Untuk memastikan program tersebut berjalan optimal, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno melakukan kunjungan langsung ke sejumlah satuan pendidikan di Bogor, yakni MTs Negeri 1 Kota Bogor, SD Negeri Cimahpar 5 Kota Bogor, dan SD Negeri 2 Leuwibatu Kabupaten Bogor. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengawal pelaksanaan revitalisasi sekolah dan madrasah yang telah dimulai sejak tahun 2025.

Menurut Pratikno, revitalisasi pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden yang bertujuan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. Pemerintah tidak hanya ingin membangun gedung sekolah yang lebih layak, tetapi juga menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, sehat, dan mampu mendorong tumbuhnya kreativitas serta potensi peserta didik.

Komitmen tersebut tercermin dari besarnya investasi yang telah dilakukan pemerintah. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp13,28 triliun untuk revitalisasi 17.573 sekolah dan madrasah di berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar membangun ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia menghadapi masa depan yang semakin kompetitif.

Dalam kunjungannya, Menko PMK juga melihat secara langsung pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas. Kehadiran teknologi ini menjadi salah satu wajah baru pendidikan Indonesia yang mulai bergerak menuju sistem pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Melalui perangkat tersebut, siswa dapat lebih mudah memvisualisasikan materi pelajaran, menyampaikan ide, serta berinteraksi secara aktif selama proses belajar mengajar berlangsung. Di sisi lain, para guru juga memiliki ruang yang lebih luas untuk menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan adaptif sesuai kebutuhan generasi digital saat ini.

Bagi Pratikno, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih hidup. Ketika anak-anak merasa senang berada di kelas, proses belajar akan berlangsung lebih efektif dan bermakna.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemegahan gedung atau kecanggihan teknologi. Sekolah yang baik harus didukung oleh guru-guru yang berkualitas, proses pembelajaran yang efektif, serta keterlibatan orang tua dan lingkungan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Pendidikan pada akhirnya merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah membangun kecerdasan, keluarga menanamkan karakter, sementara lingkungan sosial membantu membentuk kemampuan anak dalam berinteraksi dan menghadapi kehidupan. Ketiga unsur tersebut harus berjalan beriringan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik, kuat secara mental, dan matang secara sosial.

Kunjungan Menko PMK ke Bogor menjadi simbol bahwa pembangunan pendidikan tidak berhenti pada penyusunan kebijakan di tingkat pusat. Pemerintah ingin memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa, guru, dan masyarakat di lapangan.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menko PMK turut didampingi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim, Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Rusliandy, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *