Pecah Rekor MURI! Timothy Astandu Sukses Jelajahi 197 Negara Pakai Paspor Hijau

Navaswara.com – Mengelilingi dunia mungkin jadi bucket list impian banyak orang. Namun, Dr. Timothy Astandu berhasil menuntaskan misinya menjelajahi 197 negara berdaulat yang diakui PBB pada Mei lalu. Brasil menjadi persinggahan terakhir yang menandai selesainya perjalanan tersebut.

Pencapaian luar biasa ini tak hanya menjadikannya orang pertama yang menggunakan paspor Indonesia untuk menuntaskan misi keliling dunia, tetapi juga membuahkan rekor prestisius dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Insan Indonesia yang Mengunjungi Negara Berdaulat Terbanyak”. Sebelumnya, dedikasi perjalanan Dr. Timothy juga telah diakui oleh tiga organisasi bergengsi global: Travelers’ Century Club (TCC), NomadMania, dan Most Traveled People (MTP).

Berikut adalah deretan fakta menarik di balik perjalanan keliling dunia Dr. Timothy yang siap memberikan suntikan inspirasi untukmu!

1. Warisan Hobi dari Sang Ibunda

Gedung Jaya Suprana Institute di Kelapa Gading menjadi tempat penyerahan langsung penghargaan MURI kepada Timothy. Momen ini terasa sangat hangat karena ia didampingi oleh istri dan sang ibu tercinta.

Peran ibu ternyata sangat besar di balik rekor ini. “Secara khusus saya mengajak ibu saya untuk menerima penghargaan dari MURI. Karena beliau-lah yang telah menurunkan hobi menjelajah ini, dimulai dari kunjungan ke negara Jerman saat saya berusia satu tahun,” ungkap alumni University of Oxford dan University of Cambridge tersebut. Walaupun sang ibu harus berhenti menjelajah di negara ke-87 karena alasan usia dan kesehatan, semangatnya tak pernah padam dan berhasil diteruskan dengan gemilang oleh sang putra.

2. Mematahkan Mitos “Paspor Lemah”

Sering dengar desas-desus kalau paspor hijau kita itu sulit dipakai keliling dunia? Dr. Timothy punya pandangan yang akan membuat kita semakin bangga. Momen keliling dunianya menjadi bukti nyata bahwa paspor Indonesia justru punya keistimewaan luar biasa yang jarang disadari.

“Pencapaian saya menjadi bukti bahwa paspor Indonesia tidak lemah. Kalau tujuannya adalah ke negara-negara maju, memang benar pemegang paspor Indonesia lebih sulit. Tapi paspor Indonesia bisa digunakan untuk mengunjungi semua negara. Itu blessing in disguise,” jelasnya.

Posisi historis Indonesia dalam Gerakan Non-Blok rupanya memberikan akses diplomatik yang sangat luas. Kita bisa masuk ke wilayah yang sering kali tertutup rapat bagi pemegang paspor negara lain, seperti Korea Utara, Rusia, Afganistan, hingga Suriah. Fakta menariknya: tidak ada satu pun negara yang secara khusus memblokir Indonesia!

3. Sukses Membagi Waktu Antara Karier dan Traveling

Menjadi penjelajah dunia bukan berarti melupakan ambisi karier. Di tengah kesibukannya, Dr. Timothy tetap tangkas memegang kendali sebagai CEO sekaligus Co-founder Populix, sebuah perusahaan konsultasi berbasis riset yang ia bangun bersama dua rekannya sejak 2018.

Rahasia suksesnya ada pada manajemen waktu yang cerdas dan efisien. Mulai dari mencuri waktu di akhir pekan atau libur panjang, hingga taktik ekstrem terbang di Jumat malam dan pulang di Minggu sore demi bisa kembali bekerja di Senin pagi. “Namun, saya sangat menikmati dan mensyukurinya. Karena semangat menjelajah dan rasa ingin tahu terhadap manusia inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Populix,” tambahnya.

4. Inspirasi Lahirnya Populix dari Obrolan Lintas Budaya

Interaksinya dengan beraneka ragam manusia dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi saat traveling sangat membuka mata. Perspektif baru sering ia temukan dari obrolan sederhana, yang acap kali mematahkan berbagai asumsi dan stereotip yang beredar.

Rasa ingin tahu yang mendalam ini menginspirasi nama Populix (diambil dari bahasa Latin vox populi yang berarti suara rakyat). Harapannya, suara dan perspektif masyarakat luas dapat didengarkan secara akurat tanpa asumsi. Kini, Populix telah berkembang pesat melayani riset pasar hingga kebijakan masyarakat dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) lewat AskLumia, merangkul lebih dari 1,3 juta responden di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.

5. Target Ambisius Selanjutnya di Akhir Tahun

Petualangan Dr. Timothy jelas belum berakhir. Setelah menaklukkan dunia, target capaiannya kembali ke Tanah Air. Ia berambisi menuntaskan perjalanan ke seluruh provinsi di Indonesia, menyisakan 6 provinsi lagi yang mayoritas berada di wilayah pemekaran baru Papua.

Ia juga menargetkan diri menjadi orang Indonesia pertama yang menaiki 200 merek maskapai penerbangan di dunia (saat ini hanya tersisa 8 maskapai lagi!). “Harapannya kedua capaian tersebut bisa saya tuntaskan di akhir tahun nanti,” pungkas Dr. Timothy dengan optimis.

Kisah Dr. Timothy Astandu membuktikan bahwa dengan tekad, manajemen waktu yang baik, dan rasa bangga akan identitas diri, tak ada sudut dunia yang tak bisa kita capai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *