Navaswara – Menikmati suasana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Ancol kini semakin mudah bagi masyarakat yang memilih transportasi publik. Mulai Minggu, 9 Agustus 2026, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghadirkan layanan 51ST Shuttle HBKB Ancol dengan rute yang diperpanjang dari sebelumnya Monas–Ancol menjadi Bundaran Senayan–Ancol.
Layanan tersebut beroperasi setiap pelaksanaan HBKB Ancol pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Perubahan rute ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas atau tinggal di sekitar kawasan Sudirman dan Senayan dan ingin melanjutkan perjalanan menuju Ancol tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas pilihan transportasi publik sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
“Melalui layanan Shuttle HBKB Ancol, kami ingin memberikan pilihan transportasi publik yang nyaman sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Harapannya, perjalanan menuju kawasan HBKB Ancol menjadi lebih mudah, aman dan menyenangkan,” ujar Ayu di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Perubahan lintasan membuat perjalanan menuju Ancol kini dapat dimulai dari salah satu kawasan strategis Jakarta. Masyarakat yang berada di sekitar Bundaran Senayan dapat langsung menggunakan layanan tersebut dan melewati sejumlah titik penting di pusat kota sebelum tiba di kawasan wisata Ancol.
Transjakarta menetapkan tarif Rp1 untuk layanan ini dengan mekanisme tap in dan tap out di titik awal maupun akhir perjalanan, yakni Halte Bundaran Senayan dan Bus Stop Bundaran Symphony of The Sea. Sebanyak tujuh unit bus disiapkan untuk melayani perjalanan dengan total 18 titik pemberhentian.
Dengan waktu tempuh sekitar 142 menit, layanan tersebut beroperasi pulang pergi dengan lintasan yang sama. Rute ini melewati kawasan-kawasan yang selama ini menjadi bagian penting dari mobilitas warga Jakarta, mulai dari Senayan, Bendungan Hilir, Karet, Dukuh Atas, Tosari, Bundaran HI, hingga kawasan Monas dan Jakarta Pusat sebelum akhirnya memasuki kawasan Ancol.
Sebanyak 18 titik pemberhentian disiapkan, yaitu Bundaran Senayan, Senayan Bank Jakarta, Polda Metro Jaya, Bendungan Hilir, Karet, Dukuh Atas, Tosari, Bundaran HI Astra, MH Thamrin, Kebon Sirih Arah Utara, Monumen Nasional, Pecenongan, Juanda, Pasar Baru Timur, Jembatan Merah, Gunung Sahari, Pademangan, dan Bus Stop Bundaran Symphony of The Sea.
Bagi masyarakat, keberadaan shuttle ini bukan hanya soal pilihan kendaraan menuju tempat rekreasi. Layanan tersebut juga memperlihatkan bagaimana transportasi publik dapat mengikuti pola aktivitas warga, termasuk ketika kawasan tertentu menjadi tujuan masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, dan menghabiskan waktu bersama keluarga pada akhir pekan.
Ayu mengatakan pengembangan rute dilakukan agar semakin banyak warga dapat memanfaatkan transportasi umum ketika mengikuti kegiatan HBKB di Ancol.
“Pelanggan dapat menikmati layanan ini dengan tarif Rp1 melalui mekanisme tap in dan tap out di titik awal maupun akhir perjalanan, yakni Halte Bundaran Senayan dan Bus Stop Bundaran Symphony of The Sea. Rute tersebut akan dilayani oleh tujuh unit bus dengan total 18 titik pemberhentian dan waktu tempuh sekitar 142 menit,” jelasnya.
Untuk mendukung perjalanan selama layanan berlangsung, Transjakarta juga menyiapkan petugas pelayanan, pramusapa, pengamanan jalur, serta sistem informasi perjalanan. Kehadiran petugas tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan operasional shuttle berjalan lancar selama pelaksanaan HBKB.
Masyarakat yang hendak menuju Ancol juga memiliki pilihan lain melalui layanan reguler Transjakarta. Kawasan tersebut dapat diakses melalui Halte Ancol yang dilayani Koridor 5 Kampung Melayu–Ancol dan Koridor 12 Pluit–Tanjung Priok, serta sejumlah layanan pengumpan yang terintegrasi dengan kawasan Ancol.
Perpanjangan rute 51ST Shuttle HBKB Ancol menjadi Bundaran Senayan–Ancol pada akhirnya bukan hanya memperluas lintasan sebuah layanan bus. Lebih jauh, langkah ini memberi masyarakat pilihan perjalanan yang sederhana ketika Jakarta sedang menghadirkan ruang publik bebas kendaraan bermotor.
Ketika akses transportasi publik semakin dekat dengan titik aktivitas warga, perjalanan menuju ruang rekreasi pun dapat menjadi bagian dari kebiasaan baru: meninggalkan kendaraan pribadi, naik angkutan umum, dan menikmati akhir pekan dengan perjalanan yang lebih praktis menuju Ancol.

