Navaswara.com — Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 resmi dibuka di Hall 3 dan 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026). Ajang yang berlangsung hingga 29 Agustus 2026 ini mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, serta mitra internasional untuk memperkenalkan potensi dan produk unggulan daerah.
Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) sekaligus Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, membuka rangkaian sambutan dengan menyambut kehadiran sejumlah tamu internasional. Di antaranya duta besar Kuwait, Belarus, Rusia, dan Azerbaijan, serta perwakilan kementerian ekonomi dan investasi dari Pakistan dan Spanyol.
“Ini menunjukkan bahwa Apkasi Otonomi Expo bukan hanya menjadi forum antardaerah, tetapi juga membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan mitra internasional,” ujar Bursah dalam sambutannya.
Ruang kerja sama tersebut kemudian mengarah pada pembahasan yang lebih dekat dengan potensi daerah. Bursah menyoroti beragam produk unggulan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, mulai dari kopi, cokelat, hingga hasil perikanan. Menurutnya, berbagai produk itu telah mulai menembus pasar, tetapi penetrasi ekspor ke luar negeri masih perlu diperkuat melalui dukungan regulasi dan strategi pemasaran yang lebih tepat.
Pembahasan soal potensi daerah itu berlanjut pada pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan masyarakat. Bursah mengutip pesan Presiden terkait Pasal 33 UUD 1945, sekaligus menyampaikan bahwa pemerintah telah membentuk tim khusus yang ditargetkan menghasilkan langkah konkret dalam tiga tahun mendatang.
“Potensi kita luar biasa. Produk daerah dari Sabang sampai Merauke sudah ada, tinggal bagaimana kita memperkuat regulasi, pemasaran, dan akses pasarnya agar bisa lebih banyak masuk ke pasar luar negeri,” kata Bursah.

Untuk memperkuat pelaku usaha daerah, khususnya UMKM, Bursah turut mendorong peningkatan akses pembiayaan secara bertahap. Ia berharap modal usaha yang saat ini masih berada pada kisaran puluhan juta rupiah dapat berkembang menjadi ratusan juta hingga miliaran rupiah, sehingga pelaku UMKM dapat naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.
Bursah juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan 416 pemerintah kabupaten se-Indonesia terhadap program yang dijalankan bersama pemerintah pusat. Ia berharap momentum AOE 2026 dapat mempererat komunikasi antarpemangku kepentingan untuk mendorong pemerataan ekonomi daerah.
Mewakili kehadiran Presiden Indonesia, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya kemudian membuka secara resmi Apkasi Otonomi Expo 2026. Dalam sambutannya, Bima menekankan pentingnya dukungan Transfer ke Daerah (TKD) bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong hilirisasi dan penguatan basis produksi lokal.
Bima mengingatkan pemerintah daerah agar investasi tidak berhenti pada pencapaian indikator atau tampilan kota yang estetis. Menurutnya, ukuran keberhasilan investasi harus terlihat dari aktivitas ekonomi dan realisasi di lapangan.
“Nilai investasi yang benar-benar terealisasi itu jauh lebih penting. Jangan sampai yang dikejar hanya standar atau indikator semata, padahal realisasinya di lapangan minim,” ujar Bima Arya.
Bima juga menyinggung pentingnya menemukan “DNA” atau karakter asli dari setiap produk dan daerah sebagai nilai jual. Potensi khas tersebut dinilai perlu diperkuat agar produk lokal memiliki daya saing dan mampu menarik investasi yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah AOE 2026. Ia menilai sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mempercepat pembangunan.
“Expo ini bukan sekadar pameran tahunan, melainkan panggung kolaborasi nyata untuk memamerkan potensi daerah, membuka peluang investasi, hingga mendorong inovasi menuju Indonesia yang tangguh,” kata Andra.
Andra berharap AOE 2026 dapat memperkuat perdagangan antardaerah, membuka peluang investasi, serta memperluas kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pemerintah pusat, dan mitra internasional.
Apkasi Otonomi Expo 2026 sendiri merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) sebagai wadah bagi pemerintah kabupaten untuk memperkenalkan potensi daerah, produk unggulan, serta peluang investasi dan kerja sama.
Gelaran di ICE BSD ini juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk memperluas perdagangan antardaerah, membuka akses pasar, serta mendorong produk lokal agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
