Navaswara.com — Ransomware dapat mengunci akses terhadap data atau perangkat, lalu meminta tebusan agar korban bisa mendapatkan kembali akses tersebut. Serangan semacam ini dapat berawal dari aktivitas sederhana, seperti membuka lampiran email, mengakses tautan mencurigakan, atau menggunakan software yang memiliki celah keamanan.
Karena itu, perlindungan perangkat perlu dilakukan dari beberapa sisi. Berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko serangan ransomware.
1. Rutin melakukan backup data
Simpan salinan data penting secara berkala di media penyimpanan terpisah, cloud, atau perangkat lain. Untuk perlindungan yang lebih baik, sebagian backup dapat disimpan secara offline agar tidak ikut terdampak ketika perangkat utama terserang ransomware.
2. Matikan file sharing jika tidak diperlukan
Fitur file sharing, termasuk SMB File Sharing, dapat menjadi salah satu jalur penyebaran ransomware melalui jaringan. Jika fitur tersebut tidak sedang digunakan, menonaktifkannya dapat membantu mengurangi celah akses yang tidak diperlukan.
3. Waspadai lampiran email
Email dengan lampiran atau pesan yang terasa janggal perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dibuka. File dari pengirim yang tidak dikenal dapat membawa malware yang kemudian menginfeksi perangkat.
4. Jangan sembarang mengklik tautan
Tautan yang mengarah ke situs tidak dikenal juga perlu diwaspadai. Periksa alamat situs dan sumber pesan sebelum mengaksesnya, terutama jika tautan tersebut datang melalui email atau pesan yang tidak terduga.
5. Gunakan antivirus dan antimalware yang diperbarui
Perangkat sebaiknya dilengkapi software keamanan yang dapat mendeteksi aktivitas berbahaya. Pembaruan secara berkala diperlukan agar sistem keamanan dapat mengenali ancaman dan pola serangan terbaru.
6. Aktifkan firewall
Firewall membantu mengawasi lalu lintas jaringan serta membatasi akses yang tidak sah ke perangkat. Pastikan fitur tersebut aktif dan dikonfigurasi sesuai kebutuhan perangkat maupun jaringan yang digunakan.
7. Perbarui sistem operasi dan software
Sistem operasi serta aplikasi yang tidak diperbarui dapat menyimpan celah keamanan yang dimanfaatkan penyerang. Instal pembaruan dari sumber resmi secara berkala untuk mengurangi risiko tersebut.
8. Gunakan password yang kuat dan berbeda
Password yang panjang, unik, dan tidak digunakan berulang pada berbagai akun dapat mempersempit peluang akses tidak sah. Jika tersedia, gunakan pula autentikasi multifaktor untuk lapisan keamanan tambahan.
9. Gunakan VPN saat membutuhkan akses jarak jauh
VPN dapat membantu melindungi koneksi ketika seseorang mengakses jaringan atau layanan dari lokasi berbeda. Pengguna tetap perlu memilih layanan yang tepercaya dan menjaga aplikasinya tetap diperbarui.
10. Siapkan sistem pemulihan data
Backup perlu disertai rencana pemulihan yang jelas. Data yang sudah terenkripsi akibat ransomware belum tentu dapat dikembalikan menggunakan software biasa, sehingga salinan data yang aman menjadi bagian penting dari strategi pemulihan.
Kebiasaan digital yang lebih berhati-hati dapat memperkecil ruang bagi ransomware untuk masuk ke perangkat. Perlindungan juga perlu dilakukan secara berlapis, mulai dari keamanan jaringan dan software hingga kebiasaan pengguna saat menerima email atau mengakses internet.
