Navaswara.com – Kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan sesungguhnya tidak pernah surut. Banyak lembaga, komunitas, dunia usaha hingga individu telah berkontribusi melalui berbagai program, mulai dari bantuan fasilitas belajar, pelatihan guru, hingga pengembangan karakter peserta didik. Namun, agar berbagai inisiatif tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri, pemerintah kini menghadirkan satu wadah kolaborasi yang menyatukan seluruh kekuatan tersebut menjadi gerakan bersama demi pendidikan Indonesia yang lebih bermutu.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengaktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) sebagai ekosistem kolaborasi nasional yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, komunitas, organisasi internasional, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama memperkuat mutu pendidikan di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan semangat partisipasi lahir dari keyakinan bahwa setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain akan kembali memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, menurutnya, ukuran kontribusi bukan terletak pada besar kecilnya bantuan, melainkan pada makna dan dampak yang dihasilkan.
“It is not about how much we give others, tidak soal seberapa banyak yang kita berikan, tetapi how meaningful, seberapa besar makna yang bisa kita berikan dari pemberian kita kepada orang lain. Karena itu kami membuka pintu lewat Rumah Pendidikan kepada siapa pun untuk berpartisipasi,” ujar Abdul Mu’ti dalam arahannya di Jakarta, Minggu (6/7).
Abdul Mu’ti menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan kepada Kemendikdasmen untuk membangun kemitraan lintas sektor sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita melalui partisipasi masyarakat yang dijalankan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, partisipasi semesta menjadi instrumen penting dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan pendidikan, memperluas jangkauan program, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan nasional.
“Partisipasi semesta adalah dalam rangka pemenuhan kebutuhan, percepatan pelaksanaan program, peningkatan, dan perluasan,” katanya.
Ia menuturkan masih banyak kebutuhan pendidikan yang memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pengembangan bakat dan minat peserta didik, peningkatan kompetensi guru, penguatan pendidikan karakter, hingga terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berkualitas.
Karena itu, Kemendikdasmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar seluruh elemen masyarakat dapat terlibat aktif dalam membangun pendidikan Indonesia.
“Kami terus membuka diri untuk bermitra dengan berbagai pihak karena dengan cara kemitraan itulah kami bisa melakukan pemenuhan kebutuhan, percepatan, peningkatan, dan perluasan,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menegaskan pembangunan pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik ataupun penyediaan sarana dan prasarana. Yang jauh lebih penting adalah membangun karakter, pola pikir, serta kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa.
“Yang kita bangun adalah mindset. Yang kita bangun adalah manusia. Karena itu diperlukan sentuhan dari berbagai macam pihak,” ungkapnya.
Melalui Gerakan PSPB, berbagai bentuk kepedulian masyarakat diharapkan dapat terhubung langsung dengan kebutuhan nyata di satuan pendidikan. Dengan demikian, bantuan, pendampingan, inovasi, maupun program pemberdayaan dapat berjalan lebih terintegrasi sehingga menghasilkan dampak yang lebih luas bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta sekolah di seluruh Indonesia.
Bagi dunia usaha, gerakan ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih terarah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengembangan kompetensi, hingga inovasi pendidikan berbasis kebutuhan industri. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.
Menutup arahannya, Abdul Mu’ti mengajak seluruh elemen bangsa menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai jati diri Indonesia dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan.
“DNA bangsa Indonesia adalah gotong royong. Mari kita wujudkan bersama-sama pendidikan bermutu untuk semua secara merata, membangun generasi Indonesia yang hebat dan berkualitas,” pungkasnya.
Ikuti Navaswara.com untuk mendapatkan informasi terkini seputar pendidikan, ekonomi, UMKM, kebijakan publik, dan berbagai inspirasi pembangunan Nusantara menuju Indonesia yang lebih maju.
