Navaswara.com — Pencinta film laga kembali mendapat tontonan yang layak masuk daftar wajib tonton. “The Furious”, film terbaru garapan Kenji Tanigaki, hadir dengan sajian aksi yang intens melalui rangkaian pertarungan fisik yang terasa nyata, keras, dan tanpa kompromi.
Sejak menit pertama, film ini langsung membawa penonton ke dalam pusaran konflik. Tidak ada pembukaan yang berlarut-larut atau adegan pengantar yang terlalu panjang. Kenji Tanigaki tampak memahami betul daya tarik utama sebuah film aksi, sehingga ia memilih langsung menggeber tempo cerita dan menghadirkan adegan-adegan pertarungan yang menjadi kekuatan utama film ini.
Resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 17 Juni 2026, berikut adalah lima alasan utama mengapa karya ini menjadi sensasi baru di kalangan penggemar film aksi.
1. Meraih Skor Sempurna dari Para Kritikus Global
Kualitas film ini langsung tergambar dari penerimaan para pengamat film internasional. Mahakarya laga ini berhasil mencetak rekor bergengsi dengan nilai 100 persen di situs ulasan Rotten Tomatoes dari belasan kritikus, serta mendapatkan skor 8.6 dari 10 di IMDb. Berbagai platform media internasional memuji karya ini sebagai salah satu film aksi terbaik tahun ini berkat perpaduan apik antara ketegangan alur cerita dan eksekusi visual yang menawan.

2. Momen Reuni Dua Bintang Laga Kebanggaan Nusantara
Kehadiran aktor ternama Indonesia menjadi daya tarik utama yang sangat dinantikan publik. Setelah beradu akting dalam The Raid belasan tahun silam, Joe Taslim dan Yayan Ruhian kembali bertemu di proyek berskala internasional ini.
Joe Taslim memerankan karakter bernama Navin yang berprofesi sebagai jurnalis investigasi. Ia diceritakan menyamar menjadi preman bertato untuk membongkar sindikat kejahatan. Di sisi lain, Yayan Ruhian tampil menonjol sebagai karakter antagonis tangguh bernama Tak.
3. Koreografi Laga Autentik Tanpa Pemeran Pengganti
Sutradara Kenji Tanigaki membawa karakteristik laga klasik Hong Kong yang menuntut fisik prima. Seluruh adegan pertarungan dieksekusi langsung oleh para aktor utama tanpa mengandalkan pemeran pengganti. Joe Taslim bahkan menyebut pengalaman ini sebagai koreografi pertarungan paling rumit dan kompleks yang pernah ia jalani. Detail pergerakan yang brutal, cepat, dan nyata tercipta murni dari keahlian para pemeran, bukan sekadar trik penyuntingan kamera Hollywood.
Puncak cerita hadir melalui pertarungan yang melibatkan lima karakter di dalam kantor polisi menjelang akhir film. Sekuens ini tampil impresif berkat koreografi laga yang presisi, penyuntingan yang rapi, pengambilan gambar yang dinamis, serta dukungan musik yang membangun ketegangan. Hasilnya, adegan tersebut menjadi salah satu momen paling menonjol dalam film.

4. Menampilkan Beragam Disiplin Seni Bela Diri Asia
Penonton akan disajikan sebuah pertunjukan yang mempertemukan berbagai gaya bertarung mematikan. Joe Taslim banyak menggunakan teknik Judo dan kuncian yang menjadi ciri khasnya. Yayan Ruhian kembali membuktikan kebrutalan Pencak Silat di layar perak, sementara aktor laga Tiongkok Xie Miao memamerkan keindahan Kung Fu tradisional yang sangat dinamis. Perpaduan gaya ini semakin diperkaya oleh karakter lain yang menguasai Karate hingga Taekwondo.

5. Alur Cerita Investigasi yang Menyentuh Sisi Kemanusiaan
Aksi bukan satu-satunya daya tarik film ini. Di balik berbagai adegan pertarungan, tersimpan kisah tentang seorang ayah yang berusaha menyelamatkan putrinya dari praktik perdagangan manusia. Sentuhan investigasi jurnalistik yang dibawa karakter Navin membuat cerita terasa lebih kompleks sekaligus memperkuat unsur suspense sepanjang film, yang membuat penonton terus mengikuti perkembangan cerita dari awal hingga akhir.
Tertarik menyaksikan?
