Kang Dedi Mulyadi Dukung Penuh Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 di Jawa Barat

Navaswara.com – Jawa Barat tak pernah kehabisan cerita. Dari kisah jenaka Si Kabayan, legenda Ciung Wanara, Lutung Kasarung, hingga kisah Dalem Boncel, setiap cerita rakyat menyimpan nilai kehidupan yang diwariskan lintas generasi.

Kekayaan cerita rakyat itulah yang mendorong PT Navaswara Bhuawana Kencana kembali menghadirkan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara Jawa Barat. Permintaan masyarakat Bumi Parahyangan untuk menjadi tuan rumah festival ini menjadi alasan kuat penyelenggaraan Suara Nusantara kembali hadir di provinsi tersebut.

Tak hanya mengangkat budaya tutur, gelaran ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim Suara Nusantara sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di kediaman pribadinya, Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

Dalam pertemuan tersebut, pria yang akrab disapa KDM itu menyambut positif penyelenggaraan festival yang menghidupkan kembali tradisi mendongeng.

“Cerita rakyat atau dongeng adalah pengantar pertumbuhan manusia Indonesia. Banyak anak-anak Indonesia seusia saya hari ini sudah sangat tua, itu dibentuk berdasarkan cerita yang didengar dalam setiap waktu. Karena telinga itu mampu membentuk karakter manusia,” ujar Dedi Mulyadi.

Menurutnya, manusia salah satunya dibentuk dari kekuatan pendengaran dan pengalaman cerita yang diterima sejak kecil. Karena itu, ia mengajak masyarakat Jawa Barat untuk mengikuti Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara sebagai ruang mengenalkan kembali cerita-cerita Nusantara.

Dedi juga sempat membagikan cerita rakyat Jawa Barat yang membekas dalam ingatannya, yakni Dalem Boncel. Kisah tersebut bercerita tentang seorang anak dari keluarga miskin bernama Boncel yang pergi meninggalkan Desa Bungbulang untuk mencari kehidupan lebih baik.

Perjalanan membawanya ke Desa Caringin, Banten. Di tempat itu, Boncel bekerja bersama kepala desa. Berkat kegigihan dan kejujurannya, ia dipercaya hingga akhirnya diangkat menjadi sekretaris desa dan kemudian menjadi seorang dalem atau bupati.

Di bawah kepemimpinannya, Caringin berkembang pesat. Bahkan, dermaga Caringin menjadi salah satu pelabuhan perdagangan internasional yang ramai disinggahi kapal-kapal dagang VOC.

Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, mengatakan Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang paling banyak menyuarakan keinginan agar festival ini kembali digelar.

“Dari sekian banyak masukan sahabat Suara Nusantara, suara Jawa Barat selalu yang paling lantang. Terima kasih Bapak Gubernur Dedi Mulyadi atas audiensi dan masukannya. Kami pulang dengan lebih dari sekadar catatan,” ujar Cahaya.

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara Jawa Barat membuka pendaftaran pada 15 Juni hingga 1 Agustus 2026. Ajang ini terbuka untuk berbagai kalangan melalui empat kategori, yaitu:

  • Kategori Benih Nusantara: SD/MI
  • Kategori Tunas Nusantara: SMP/MTs
  • Kategori Kuntum Nusantara: SMA/SMK/MA
  • Kategori Ranting Nusantara: Mahasiswa, Guru, dan Masyarakat Umum

Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran alias gratis.

Para pemenang akan mendapatkan penghargaan berupa:

  • Juara 1: Trofi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp5 juta
  • Juara 2: Trofi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp3 juta
  • Juara 3: Trofi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp2 juta
  • Kategori Khusus (Kostum Terbaik & Juara Favorit): Trofi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp1 juta
  • Juara Harapan: Sertifikat dan uang pembinaan Rp500 ribu

Melalui Suara Nusantara, cerita rakyat tidak hanya diceritakan kembali, tetapi juga menjadi jembatan untuk mengenalkan nilai budaya, karakter, dan identitas bangsa kepada generasi muda.

Untuk mendapat informasi lebih lengkap terkait Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suarata Nusantara 2026 Jawa Barat dapat mengunjungi akun Instagram official suaranusantara.fest.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *