Sekolah Baru, Semangat Baru, Anak-anak Purbalingga Kini Belajar Lebih Bahagia

Navaswara.com – Senyum ceria tampak menghiasi wajah para siswa ketika memasuki ruang kelas yang kini berdiri kokoh dan nyaman. Tidak ada lagi ember penampung air hujan di sudut ruangan atau antrean panjang di depan toilet sekolah. Perubahan sederhana itu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi anak-anak dalam menuntut ilmu.

Perubahan tersebut dirasakan para siswa SMP Negeri 2 Kutasari, Kabupaten Purbalingga, setelah sekolah mereka direvitalisasi melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini bertujuan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Salah seorang siswi, Nada Zahra, mengaku kini lebih nyaman mengikuti proses belajar mengajar karena ruang kelas yang sebelumnya bocor telah berubah menjadi bangunan yang layak.

“Senang sekali sekolah kami sekarang punya gedung baru. Kelasnya jadi bagus dan tidak bocor lagi kalau hujan. Toiletnya juga ditambah, jadi kami tidak perlu mengantre lama,” ujar Nada.

Hal serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Arif Rahman. Menurutnya, bangunan sekolah yang sebelumnya telah berusia puluhan tahun dan mengalami kerusakan akibat pohon tumbang kini telah direhabilitasi sehingga memberikan suasana belajar yang jauh lebih baik.

“Ruang kelas yang dulunya bocor kini sudah kokoh, bersih, dan aman. Ini sangat berdampak pada peningkatan semangat belajar anak-anak,” katanya.

Revitalisasi tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purbalingga pada Sabtu (27/6). Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen meresmikan revitalisasi 32 satuan pendidikan Tahun Anggaran 2025 sekaligus menyerahkan secara simbolis mock up penerima bantuan revitalisasi Tahun Anggaran 2026.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak Indonesia.

“Revitalisasi satuan pendidikan ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan yang bermutu. Sekolah harus menjadi tempat yang paling dirindukan dan menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu,” ujarnya.

Pada Tahun Anggaran 2025, pemerintah mengalokasikan Rp28,95 miliar untuk merevitalisasi 32 satuan pendidikan di Kabupaten Purbalingga. Program tersebut mencakup 4 taman kanak-kanak, 14 sekolah dasar, 7 sekolah menengah pertama, 6 SMA/SMK, dan 1 sekolah luar biasa (SLB).

Komitmen tersebut berlanjut pada Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 12 satuan pendidikan kembali ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp9,81 miliar, meliputi 3 PAUD, 7 SD, dan 2 SMP.

Dari sisi sosial, revitalisasi sekolah bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan bermartabat bagi anak-anak Indonesia. Fasilitas pendidikan yang layak diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar, memperkuat kualitas proses pendidikan, sekaligus membuka kesempatan yang lebih besar bagi lahirnya generasi unggul di berbagai daerah.

Melalui program revitalisasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan semangat belajar para peserta didik sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Ikuti terus berita inspiratif seputar pendidikan, pembangunan, ekonomi, dan kemajuan Nusantara hanya di Navaswara.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *