Navaswara.com – Perkembangan era digital menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta solusi. Menjawab tantangan ini, UOB Indonesia bersama Ruangguru sukses menggelar Grand Final CODEFEST 2026, sebuah ajang kompetisi coding tingkat nasional yang bernaung di bawah program pendidikan unggulan UOB My Digital Space.
Indonesia diproyeksikan akan mengalami kekurangan sekitar 2,7 juta talenta digital pada tahun 2030 mendatang. Fakta ini menegaskan pentingnya akses pendidikan teknologi yang merata sejak usia sekolah guna membangun tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan.
Pada penyelenggaraan perdananya, CODEFEST 2026 mengangkat tema literasi keuangan. Tujuannya sangat lekat dengan persoalan gaya hidup masa kini, yakni menantang para siswa merancang solusi digital yang mempermudah masyarakat dalam memahami konsep finansial dan mengelola keuangan sehari-hari dengan lebih bijak.
Karya Inspiratif dari Generasi Muda
Antusiasme pelajar Indonesia terbukti sangat luar biasa dengan masuknya hampir 9.000 proyek karya inovasi dari berbagai daerah. Ajang ini memberikan apresiasi kepada 29 pemenang dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SD hingga SMA.
Penghargaan tertinggi atau Absolute Winner berhasil diraih oleh I Gede Eka Nanda Wirya Parwata, siswa SMP Negeri 7 Denpasar. Ia berinovasi merancang MyFin, sebuah aplikasi pengelolaan keuangan terpadu yang sangat relevan untuk gaya hidup anak muda.
Lewat aplikasi MyFin, pengguna dapat dengan mudah mencatat tabungan, memantau riwayat pengeluaran, menetapkan target belanja, hingga melihat rekapitulasi keuangan bulanan secara praktis.
Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, Luke Arifandi, menyampaikan bahwa pendidikan memegang peran penting dalam mempersiapkan generasi muda membangun masa depan yang lebih baik.
“Seiring teknologi yang semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, penting bagi generasi berikutnya untuk memiliki keterampilan digital dan kemampuan berpikir kritis. CODEFEST memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan apa yang mereka pelajari di luar ruang kelas dan mengembangkan solusi praktis bagi tantangan nyata,” ungkap Luke.
Dampak Nyata Berbasis Data
Program UOB My Digital Space menargetkan jangkauan ke 90.000 siswa di 38 provinsi dalam kurun waktu lima tahun. Sejak diluncurkan pada 2025, inisiatif ini telah merangkul lebih dari 18.000 siswa di 400 sekolah di seluruh Indonesia.
CEO Ruangguru, Belva Devara, menyoroti terobosan kolaborasi ini yang terbukti mampu menghasilkan lonjakan prestasi akademik yang terukur pada peserta.
“Dampak kolaborasi kami melalui UOB My Digital Space telah melampaui ekspektasi. Nilai rata-rata mata pelajaran teknologi informasi siswa meningkat dari 82 sebelum mengikuti program menjadi 91 setelah program selesai. Hasil ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang bermakna, dipadukan dengan pengalaman belajar berkualitas tinggi, dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi generasi masa depan Indonesia,” jelas Belva.
Tingkat kepuasan program ini pun sangat mengesankan, menyentuh angka 4,7 dari skala 5 dengan Net Promoter Score (NPS) sebesar 89.
Selain menghadirkan persaingan karya inovatif, kemeriahan Grand Final CODEFEST 2026 juga diwarnai aksi sosial dari para karyawan UOB Indonesia dan UOB Malaysia yang terjun langsung sebagai relawan. Mereka membimbing dan membagikan pengalaman profesional kepada para finalis selama sesi bootcamp, menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendampingi talenta digital Indonesia menuju ekosistem masyarakat yang lebih inklusif.
