Tingkatkan Literasi dan Numerasi, OREO Kenalkan Metode Belajar Sambil Bermain Seru ke Daerah

Navaswara.com – Tantangan akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memerlukan sinergi nyata antara pemerintah dan pihak swasta.

Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional, upaya pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran program “OREO Berbagi Seru” yang menggandeng Indonesia Mengajar untuk menyasar ribuan siswa di wilayah marginal. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan selama tiga dekade dalam mendukung ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan menyenangkan bagi anak-anak di berbagai penjuru Nusantara.

Program ini bertujuan mendukung visi Kemendikdasmen RI mengenai “Pendidikan Bermutu untuk Semua” dengan memberikan akses setara bagi 7.000 siswa di tujuh provinsi, termasuk wilayah 3T dan marginal.

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memang menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan fasilitas belajar. Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Dr. Rita Pranawati, menyebutkan bahwa kesenjangan ini berdampak langsung pada kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa OREO ingin hadir sebagai jembatan untuk mengatasi masalah tersebut.

“Melalui ‘OREO Berbagi Seru’, kami ingin berkontribusi menjembatani kesenjangan pendidikan agar para siswa mendapatkan kualitas belajar yang merata dan inklusif. Tujuannya agar mereka punya kesempatan setara tumbuh menjadi Generasi SERU yang future-ready,” ujar Anggya.

Metode yang diusung dalam program ini adalah belajar sambil bermain yang selaras dengan prinsip deep learning (pembelajaran yang meaningful, mindful, dan joyful). Hal ini disambut baik oleh selebritas Ayu Dewi yang juga menanamkan pola asuh serupa pada anak-anaknya.

Menurut Ayu, anak zaman sekarang menghadapi dunia yang sangat dinamis, sehingga kemampuan berpikir kritis dan empati harus diasah dengan cara yang menyenangkan. Ayu menekankan pentingnya membimbing anak agar mampu berpikir kritis dan berempati sejak dini. “Anak-anak didorong untuk memahami konsep secara menyeluruh dan mampu berdiskusi agar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas. Penerapan pembelajaran sambil bermain membuat anak-anak lebih berani untuk aktif bertanya,” pungkas Ayu.

“Di rumah, aku mengutamakan proses belajar dua arah yang interaktif supaya anak-anak terbiasa berperan aktif. Tapi aku sadar, hal ini adalah sebuah ‘kemewahan’ yang mungkin belum bisa dirasakan semua anak. Salut untuk OREO, semoga semakin banyak anak Indonesia yang merasakan keseruan belajar sambil bermain!” sambungnya.

Tak hanya sekadar mendistribusikan alat pembelajaran, program ini juga mengadakan School Roadshow untuk mengedukasi guru dan komunitas orang tua mengenai gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

Sebagai bagian dari komitmen sosialnya, program “OREO Berbagi Seru” turut melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara luas. Melalui mekanisme yang terintegrasi, setiap pembelian produk OREO akan dikonversikan menjadi kontribusi donasi yang dialokasikan langsung untuk mendukung keberlanjutan program pendidikan di berbagai pelosok Nusantara. Inisiatif ini memungkinkan konsumen untuk berperan nyata dalam upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *