Microsoft dan Alunjiva Latih 66 Ribu Difabel Kuasai AI, KND: Ini Sejarah Baru

Navaswara.com – Langkah nyata menuju digitalisasi yang inklusif terus digenjot. Kolaborasi strategis antara Microsoft bersama Alunjiva Indonesia melalui program EQUAL sukses mencetak sejarah baru dengan memberikan pelatihan kecerdasan buatan (AI) kepada ratusan ribu masyarakat, di mana mayoritasnya merupakan penyandang disabilitas.

Keberhasilan ini dirayakan dalam acara EQUAL Convening Summit bertajuk “Merayakan Perjalanan, Membangun Masa Depan AI yang Inklusif” yang digelar di Gedung Komisi Nasional Disabilitas (KND), Jakarta.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga April 2026, program EQUAL batch kedua ini telah berhasil menjangkau total 112.058 peserta. Luar biasanya, sebanyak 66.574 peserta di antaranya adalah penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Dante Rigmalia, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif ini. Menurutnya, akses terhadap teknologi mutakhir seperti AI adalah hak segala bangsa, termasuk para penyandang disabilitas.

“Ini adalah sebuah capaian luar biasa dan sejarah baru bagi inklusivitas digital di Indonesia. Teman-teman disabilitas kini tidak lagi hanya menjadi penonton di era gempuran teknologi, tetapi menjadi aktor yang siap bersaing,” ujar Dante di Gedung KND, Jakarta.

Bukan Cuma Belajar, Tapi Didorong Masuk Dunia Kerja

Sementara itu, Co-Founder Alunjiva Indonesia, Fanny Evrita, menegaskan bahwa program EQUAL tidak berhenti pada pemberian sertifikat pelatihan saja. Target jangka panjang dari kolaborasi ini adalah memastikan para alumni program dapat terserap di industri kerja profesional.

“Fokus kami setelah summit ini adalah jembatan kerja. Kami sedang memperluas pipeline kemitraan dengan berbagai sektor swasta, perbankan, hingga BUMN agar mereka mau membuka pintu bagi talenta-talenta disabilitas yang sudah AI-ready ini,” tegas Fanny.

Di lokasi yang sama, perwakilan Microsoft Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan teknologi yang ramah bagi semua kalangan (accessibility-by-design). Microsoft menilai, masukan dari 66 ribu lebih peserta disabilitas dalam program ini akan menjadi cetak biru (blueprint) penting dalam pengembangan fitur-fitur AI masa depan agar lebih inklusif.

Menuju EQUAL Batch 3: Sasar Indonesia Timur

Melihat antusiasme yang begitu masif, Microsoft dan Alunjiva Indonesia juga melemparkan sinyal kuat untuk melanjutkan program ini ke jilid berikutnya.

Pada batch ketiga mendatang, fokus wilayah akan diperluas secara agresif ke area Indonesia Timur. Langkah ini diambil guna mengikis jurang digital (digital divide) yang selama ini masih menjadi tantangan besar di luar pulau Jawa.

Dalam acara KTT tersebut, diserahkan pula dokumen rekomendasi kebijakan “Masa Depan AI yang Inklusif” kepada pemerintah dan KND. Dokumen ini diharapkan mampu menjadi acuan regulasi nasional dalam menciptakan standarisasi platform digital yang ramah bagi seluruh ragam disabilitas di Tanah Air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *