Saudi Apresiasi Lompatan Besar Pelayanan Haji Indonesia di Mina

Navaswara.com — Suasana layanan jemaah haji Indonesia di Mina tampak berbeda pada Minggu siang. Di tengah padatnya persiapan menjelang fase puncak ibadah haji, kedatangan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, disambut hangat jajaran petugas haji Indonesia. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan membawa apresiasi langsung atas peningkatan kualitas layanan haji Indonesia tahun 2026.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan pengakuan atas berbagai perbaikan dan transformasi layanan yang dilakukan Indonesia pada musim haji tahun ini.

“Alhamdulillah, baru saja kita mendapatkan kehormatan mendapatkan kunjungan dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah. Mereka datang dengan rombongannya untuk mengapresiasi capaian kita tahun ini, yang menurut mereka telah melakukan lompatan yang luar biasa,” ujar Menhaj di Mina, Minggu (25/5/2026).

Menurut Irfan Yusuf, apresiasi tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus penguatan hubungan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Ia mengatakan, Pemerintah Arab Saudi berharap peningkatan kualitas layanan jemaah Indonesia dapat terus dijaga dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

“Kami berterima kasih bahwa kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah Indonesia dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi benar-benar luar biasa dan menghasilkan pelayanan haji yang terbaik untuk jemaah kita tahun ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi menilai penyelenggaraan haji Indonesia mengalami existential leap atau lompatan besar dalam tata kelola layanan.

“Yang jelas istilah Menteri Haji dan Umrah Saudi tadi ada existential leap, ada lompatan yang jauh dalam pelaksanaan haji tahun ini,” ujar Dahnil.

Pengakuan tersebut dinilai menjadi motivasi penting bagi seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah serta petugas haji Indonesia, terutama dalam menghadapi fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Transformasi layanan haji Indonesia tahun ini disebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis pelayanan, tetapi juga kenyamanan, keamanan, dan kualitas pendampingan jemaah selama menjalankan ibadah.

Di tengah meningkatnya jumlah jemaah dan kompleksitas pelayanan haji global, penguatan tata kelola dan sinergi antarnegara menjadi faktor penting dalam memastikan ibadah berjalan lancar dan humanis.

Pemerintah juga meminta doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar upaya transformasi layanan haji terus berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh jemaah.

“Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia supaya kerja-kerja keras semua tim di Kementerian Haji dan Umrah memberikan dampak yang baik untuk transformasi haji di era Presiden Prabowo ini,” tutup Dahnil.

Apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi tersebut menjadi catatan penting bahwa pelayanan haji Indonesia terus bergerak menuju tata kelola yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah sebagai pusat pelayanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *