Kenzo Yuswan, Mahasiswa Disabilitas Netra Raih Juara 1 Mawapres Unair

Navaswara.com – Universitas Airlangga (Unair) kembali menorehkan cerita inspiratif dari mahasiswanya. Kali ini, Kenzo Yuswan, mahasiswa disabilitas netra dari Program Studi S1 Ilmu Hukum angkatan 2022, sukses menyabet gelar Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Unair 2026 untuk kategori jalur disabilitas.

Penganugerahan ini diberikan langsung oleh Direktorat Kemahasiswaan Unair. Kenzo berhasil membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk bersaing di level tertinggi kampus.

Kenzo bukan hanya berprestasi secara akademik. Sebelum meraih gelar Mawapres, ia tercatat pernah menjadi pembicara dalam konferensi internasional Hak Asasi Manusia (HAM) pada tahun 2025. Di sana, ia memaparkan pentingnya tanggung jawab negara dalam memenuhi akses pendidikan bagi penyandang disabilitas sensorik.

Tak hanya itu, Kenzo juga aktif dalam riset hukum. Ia bahkan sempat mendalami praktik hukum langsung dari para hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memperkuat basis gagasannya mengenai advokasi hak-hak disabilitas.

Suarakan Pendidikan Inklusif yang Berkeadilan

Dalam ajang Pilmapres tingkat universitas ini, Kenzo membawa gagasan orisinal mengenai evaluasi pendidikan inklusif. Ia menekankan bahwa aturan yang ada saat ini masih lemah dalam tahap implementasi di lapangan.

“Saya mengusulkan perlunya mekanisme evaluasi yang lebih jelas terhadap pendidikan inklusif. Pemerintah daerah seharusnya memberikan reward bagi sekolah yang berhasil menyelenggarakan pendidikan inklusif dengan baik,” ujar Kenzo sebagaimana dikutip dari keterangan resmi kampus, Jumat (10/4/2026).

Ia juga menambahkan pentingnya ketegasan bagi lembaga pendidikan yang abai terhadap hak-hak penyandang disabilitas.

“Sebaliknya, memberikan sanksi administratif bagi sekolah yang sudah difasilitasi namun tidak memberikan pengakuan setara bagi siswa disabilitas,” tegasnya.

Keberhasilan Kenzo tidak didapatkan dengan mudah. Ia harus melewati serangkaian seleksi ketat yang meliputi verifikasi berkas prestasi unggulan, pembuatan video profil dalam bahasa Inggris, hingga presentasi gagasan dan sesi tanya jawab di hadapan juri menggunakan bahasa internasional tersebut.

Bagi Kenzo, gelar Juara 1 Mawapres Unair ini bukan sekadar penghargaan pribadi, melainkan sebuah amanah besar. Ia bertekad menjadikan prestasi ini sebagai jembatan untuk mengadvokasi kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan terstruktur di Indonesia.

Capaian Kenzo kini menjadi simbol bagi mahasiswa lain bahwa semangat juang dan ketajaman logika mampu mendobrak batasan fisik demi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *