Dobrak Stigma Pekerja Perempuan, Jasa Marga Usung Gaya Kepemimpinan Penuh Empati

Maudy Ayunda dan Srikandi Jasa Marga Bicara Soal Psychological Safety bagi Perempuan Pekerja

Navaswara.com – Menyeimbangkan karier profesional dan peran di tengah keluarga sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan. Namun, ketika berada di lingkungan kerja yang tepat dan suportif, perempuan bisa bersinar secara utuh tanpa harus mengorbankan salah satu perannya.

Pesan memberdayakan inilah yang menjadi sorotan utama dalam gelaran Inspira Talks bertajuk “Leading with HEART” oleh Srikandi Jasa Marga di Travoy Hub Taman Mini, Jakarta pada Senin (25/5).

Lewat tema yang mengusung nilai Humanity, Empathy, Agility, Respect, dan Trust tersebut, PT Jasa Marga (Persero) Tbk membuktikan bahwa kepemimpinan yang berlandaskan empati dan kemanusiaan adalah pondasi utama dalam menciptakan ruang kerja yang inklusif.

Ruang Aman untuk Berkembang

Acara yang dihadiri seluruh jajaran Direksi Jasa Marga ini terasa semakin hangat dengan kehadiran figur inspiratif Maudy Ayunda. Aktris, musisi, sekaligus storyteller ini menekankan betapa krusialnya rasa aman secara emosional atau psychological safety bagi perempuan di dunia kerja.

Menurut Maudy, kesetaraan gender bukan sekadar perkara memberikan kesempatan yang sama di atas kertas. Lebih dari itu, perempuan butuh ruang yang aman untuk didengar serta dukungan nyata dari perusahaan dalam menjalani peran gandanya sehari-hari.

Maudy berpesan agar setiap perempuan selalu mengelilingi diri dengan orang-orang yang membangun dan suportif, mengingat energi sekitar sangat memengaruhi mindset sehari-hari. Ia menilai sesi diskusi yang aman secara psikologis sangat memberdayakan. Dengan begitu, apapun peran yang sedang dijalani, seorang perempuan bisa hadir seutuhnya dan memberikan dampak yang benar-benar sampai ke hati.

Dalam kesempatan yang sama, Maudy turut memberikan apresiasi khusus untuk langkah nyata Jasa Marga. Fasilitas fleksibel seperti ruang laktasi untuk ibu menyusui di sela jam kerja, serta ketersediaan daycare Travoy Kids, dinilai sebagai bukti bahwa peran perempuan pekerja dihargai secara konkret. Saat tantangan pekerjaan datang, keberadaan fasilitas ini memberikan ketenangan batin sehingga para Srikandi tetap bisa produktif tanpa abai pada peran keibuannya.

Kesempatan Setara di Level Kepemimpinan

Dukungan penuh terhadap kiprah perempuan juga ditegaskan langsung oleh Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono. Ia secara tegas menepis stigma bahwa karier dan keluarga adalah dua hal yang harus saling mengalahkan.

Rivan meyakinkan bahwa tidak ada batasan bagi perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan strategis. Saat diberikan ruang dan kepercayaan penuh, para Srikandi terbukti mampu menjalankan tanggung jawab dan berkontribusi maksimal. Ke depannya, ia berharap kontribusi perempuan dapat membawa perspektif baru, empati, dan semangat transformasi positif agar perusahaan semakin adaptif.

Senada dengan visi tersebut, Direktur Operasi sekaligus Pembina Srikandi Jasa Marga Fitri Wiyanti menyoroti pentingnya karakter pemimpin masa depan. Baginya, kepemimpinan modern tidak melulu soal kompetensi teknis di lapangan.

Karakter pemimpin yang dilandasi nilai kemanusiaan, empati, sikap saling menghargai, dan rasa saling percaya dinilai jauh lebih esensial untuk membangun ekosistem kerja yang sehat.

Lewat diskusi interaktif yang mengupas tuntas mulai dari keseimbangan peran, pengalaman kepemimpinan, hingga penguatan mental ini, Srikandi Jasa Marga diharapkan bisa terus menjadi motor penggerak perusahaan yang tangkas dan melayani dengan sepenuh hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *