Navaswara.com – Tidak semua perempuan memiliki ruang yang aman untuk berbagi cerita tanpa rasa takut atau penghakiman. Kondisi inilah yang mendorong lahirnya gerakan Mindset Perempuan Indonesia. Melalui berbagai program yang disusunnya, Mella berupaya menghadirkan pendampingan yang dapat membantu perempuan bertumbuh secara mental dan emosional.
Perhelatan bergengsi “Women of Inspiration Life Journey” di Kalimaya Resto pada Senin 8 Juni 2026 menjadi saksi penting inisiatif ini. Mella Noviani resmi meluncurkan karya literasi perdananya berjudul “My Healing Journey”.
Buku ini lahir dari kepedulian Mella terhadap berbagai persoalan keluarga dan konflik domestik yang masih banyak dialami perempuan. Ia berharap kisah dan pemikiran yang dituangkan dalam buku tersebut dapat menjadi teman bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. “Buku ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang banyak perempuan yang patah, terluka, dan memilih bangkit,” tegasnya.
Dalam acara peluncuran, Mella juga berbagi pengalaman hidup yang pernah membentuk perjalanan dirinya. Dengan terbuka, ia menceritakan berbagai tantangan yang pernah dihadapi serta proses yang membantunya bangkit, menemukan ketenangan, dan memandang hidup dengan cara yang berbeda.
Perjalanan hidup Mella membongkar realitas pahit yang jamak dialami kaum hawa namun jarang terungkap ke permukaan karena stigma sosial. Ketakutan akan penghakiman dari lingkungan sekitar sering kali memaksa perempuan menelan bulat-bulat penderitaan mereka dalam keheningan yang menyiksa. Mella mengungkapkan bahwa kondisi penuh tekanan tersebut menyerupai panggung sandiwara ganda yang sangat melelahkan jiwa dan menguras energi mental.
“Front stage-nya itu saya lihat baik-baik saja, tapi backstage-nya, saya menangis, terluka, dan merasa hancur,” tutur Mella dengan penuh ketegasan mengingat masa lalunya. Bagi Mella, ketidakberanian untuk bercerita merupakan tabir besar yang harus segera disingkap agar para korban dapat mengenali hak mereka untuk pulih serta berkembang menjadi individu mandiri.

Mindset Perempuan Indonesia dan Upaya Membangun Ketahanan Mental
Untuk memperluas dampak pendampingan yang dilakukannya, Mella kemudian mendirikan gerakan sosial Mindset Perempuan Indonesia. Gerakan ini hadir dengan tujuan membantu perempuan membangun pola pikir yang lebih kuat sekaligus meningkatkan ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Menurutnya, perubahan yang berkelanjutan perlu dimulai dari pemahaman yang baik tentang diri sendiri. Karena itu, ia fokus menghadirkan berbagai materi literasi dan edukasi seputar psikologi serta kehidupan perempuan agar semakin banyak orang memiliki bekal untuk bertumbuh dan bangkit dari masa sulit.
“Misi utama kami bertumpu pada penguatan mental melalui karya tulis yang membedah dinamika keluarga serta psikologi perempuan,” ungkap Mella. Ia meyakini bahwa literasi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal diri lebih baik sekaligus membangun ketahanan emosional bagi penyintas luka masa lalu.
Dengan bekal tersebut, perempuan diharapkan mampu menghadapi tantangan hidup dengan lebih percaya diri serta memiliki kekuatan untuk terus melangkah ke depan. Mereka diajak menolak sekadar bertahan dalam penderitaan, melainkan memilih untuk bangkit mengukir keberdayaan sejati tanpa bayang-bayang trauma masa kelam.
Mella juga menyoroti pentingnya langkah preventif melalui inisiatif pembangunan perpustakaan anak serta remaja. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang edukasi yang memadukan spiritualitas dan kecerdasan emosional. Ia turut membuka kesempatan donasi buku demi memperkaya referensi bacaan generasi muda. Demi menjaga privasi para penyintas, Mindset Perempuan Indonesia pun menyusun kelompok dukungan dengan prosedur kerahasiaan ketat, agar mereka bebas menumpahkan beban berat tanpa merasa cemas sedikit pun.
Mella membekali diri dengan menyelesaikan studi doktoral tentang hukum kekerasan domestik dan mengambil ilmu psikologi. Dedikasi tanpa henti ini mencerminkan komitmen panjangnya. Ia ingin menghadirkan solusi komprehensif bagi ketahanan keluarga demi mencegah siklus trauma luka berulang kelak di masa depan.

Kisah Pemulihan yang Menyentuh Banyak Perempuan
Nilai penyembuhan dalam buku tersebut rupanya sangat menyentuh relung hati Ayu Dyah Andari selaku pemilik jenama fesyen ternama. Belum lama ini ia harus menghadapi duka mendalam karena kehilangan sosok suami tercinta. Kepergian orang tersayang tentu meninggalkan ruang hampa yang membutuhkan proses disembuhkan.
Bagi Ayu, lembaran kisah My Healing Journey menjadi teman sunyi yang membantunya merangkai kembali serpihan hati. Membaca perjuangan Mella memberikan semacam kekuatan baru baginya untuk menata emosi. Ia menemukan bahwa memeluk duka adalah bagian dari proses pemulihan jiwa secara lebih utuh.
Pemilik BT Batik Trusmi, Sally Giovanny, mengaku memiliki pengalaman yang sejalan dengan pesan yang diangkat dalam buku tersebut. Ia menilai setiap perempuan pasti pernah berada di fase sulit yang menguras tenaga dan emosi.
Saat membaca buku itu untuk pertama kalinya, Sally merasa menemukan jawaban yang sedang ia butuhkan. “Pertama kali saya baca bukunya, saya langsung merasa saya lagi butuh itu. Dan Allah kirimkan orang-orang yang begitu menyayangi saya. Itulah yang jadi penguat saya,” ungkap Sally dengan penuh rasa syukur luar biasa. Menurutnya, kehadiran lingkungan yang positif memiliki peran besar dalam membantu seseorang bangkit dan melangkah maju.
Puteri Indonesia Intelegensia, Athalla Hartiana Putri, turut memperkaya diskusi dengan perspektif tentang menjaga asa. Ia mengingatkan agar ujian tidak menghentikan langkah. “Kalaupun berhenti di perjalanan, jangan cuma terlihat itu sebagai sesuatu yang bisa kita pikirkan, harapkan, atau doakan saja,” pesannya tajam.
Athalla lalu membagikan prinsip hidup yang selalu ditanamkan sang ibunda sejak kecil. “My mom always said, aim for the moon, if you miss, you will land among the stars,” ucapnya tersenyum. Nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa tujuan tinggi pasti membawa hasil berharga.
Mella menyebutkan kesimpulan kuat mengenai definisi ketangguhan. “Kuat itu bukan sekadar bertahan, tapi berani memulihkan luka emosional maupun trauma masa lalu,” tegasnya. Kekuatan sejati justru terletak pada keberanian memulihkan luka emosional agar setiap perempuan terus melangkah dengan tegar meraih masa depan yang membahagiakan.

Kolaborasi Lintas Sektor Kuatkan Gerakan Pemberdayaan Perempuan
Selain gelar wicara yang menggugah jiwa, acara ini juga dimeriahkan dengan Trunk Show Wastra Indonesia. Agenda pameran mode ini sangat sejalan dengan semangat pelestarian tradisi Nusantara. Para perempuan yang hadir membuktikan pesona tekstil lokal mampu tampil memukau sempurna dalam gaya masa kini.
Upaya peningkatan literasi masyarakat mendapat dukungan penuh dari Fatma Saifullah Yusuf, istri Menteri Sosial RI. Selaku Pendamping Menteri Sosial, ia menyambut baik peluncuran buku edukatif serta rencana pendirian perpustakaan baru yang dinilai krusial bagi perkembangan intelektual generasi muda. Menurutnya, kehadiran ruang baca tersebut sangat dinantikan sebagai wadah pembelajaran tentang berbagai tahapan kehidupan.
“Mudah-mudahan inisiatif ini bisa membawa manfaat yang besar bagi kita semua, khususnya bagi perempuan di Indonesia,” ujar Fatma.
Gaung kepedulian dalam perhelatan ini turut mendapat dukungan luar biasa dari deretan tokoh penting Tanah Air. Tampak hadir memberikan simpati penuh yaitu Evi Agus selaku Pendamping Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, serta Wahyu Fibriyanti selaku Pendamping Menteri Sekretaris Negara RI.
Barisan tamu kehormatan tersebut turut dilengkapi kehadiran Lin Afriansyah sebagai Pendamping Wakil Menteri Tenaga Kerja RI, Anna Way Anis Matta selaku Pendamping Wakil Menteri Luar Negeri, Ibu Aini Wibowo Pendamping Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Perak.
Sinergi pemberdayaan perempuan ini semakin kokoh berkat partisipasi aktif para ketua umum dan perwakilan pengurus organisasi maupun komunitas. KOWANI, Komunitas Kebaya Jakarta, Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi, AMIRA, Lions Club Jakarta Selatan Tulip, Dhanavinya, PERSAMI, PWPSS, beserta Srikandi TP Sriwijaya terpantau antusias mengikuti diskusi.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh kalangan akademisi dan mahasiswa dari University of Jakarta International dan Universitas Pancasila. Rangkaian acara luhur ini sukses terselenggara berkat dukungan solid para sponsor utama yang mencakup Mustika Ratu, Duvaderm, Dian Pelangi, Ellylle Designer, dan St. Royale.
Dukungan lintas sektor yang terjalin dalam kegiatan ini mencerminkan semakin kuatnya semangat kolaborasi untuk mendorong perempuan Indonesia tumbuh berdaya, percaya diri, dan saling menguatkan. Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang yang terus melahirkan inspirasi, memperluas jejaring kebaikan, serta menghadirkan langkah nyata bagi terciptanya kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat bagi perempuan di berbagai lapisan masyarakat.
