Perjalanan Menuju Kesetaraan, L’Oréal Perluas Program Dukungan bagi Perempuan

Navaswara.com – Perempuan Indonesia terus menunjukkan kiprah yang kuat di berbagai bidang. Dari ruang redaksi hingga laboratorium sains, dari diplomasi hingga industri kreatif, kehadiran mereka memberi warna penting bagi kemajuan masyarakat. Langkah menuju kesetaraan masih panjang dan membutuhkan dukungan nyata dari banyak pihak.

Perusahaan kecantikan global L’Oréal yang telah hadir lebih dari 47 tahun di Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan perempuan. Ajakan ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif sosial seperti L’Oréal Paris StandUp, YSL Beauty Abuse Is Not Love, serta L’Oréal Beauty For A Better Life. Program-program tersebut telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat di Indonesia.

Melanie Masriel selaku Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability L’Oréal Indonesia menyebut dukungan bagi perempuan telah menjadi bagian dari identitas perusahaan. “Bagi kami, merayakan perempuan bukan sesuatu yang musiman, tetapi bagian dari identitas perusahaan. International Women’s Day menjadi momen refleksi untuk terus mendorong kesetaraan yang lebih nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan perusahaan berupaya menghadirkan tiga elemen penting bagi kemajuan perempuan yaitu rasa aman, peluang berkembang, dan pengakuan atas kontribusi mereka. “Kami percaya ketika perempuan maju, dampaknya akan dirasakan jauh lebih luas,” kata Melanie.

Kekerasan Berbasis Gender Masih Menjadi Tantangan

Data Komnas Perempuan melalui CATAHU 2024 mencatat 445.502 kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan sepanjang tahun 2024. Angka tersebut meningkat lebih dari 43.000 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Mayoritas kasus terjadi di ranah personal dengan 309.516 laporan, disusul ranah publik atau komunitas sebanyak 12.004 kasus.

Psikolog dan Plt. Direktur Eksekutif Yayasan Pulih Dr. Livia Iskandar mengatakan tingginya angka tersebut berkaitan erat dengan ketimpangan relasi dan budaya patriarki. “Kekerasan berbasis gender berakar pada ketidakadilan gender dan penyalahgunaan relasi kuasa. Pencegahan harus menyasar akar persoalan melalui edukasi serta sistem yang berpihak pada korban,” jelasnya.

Bentuk kekerasan yang dilaporkan beragam. Kekerasan seksual tercatat sebesar 36,43 persen, disusul kekerasan psikis 26,94 persen dan fisik 26,78 persen. Kekerasan ekonomi juga masih terjadi dengan persentase 9,84 persen.

Melalui program Stand Up, L’Oréal Paris mendorong masyarakat berani bertindak ketika melihat pelecehan di ruang publik. Rosyanti Chijanadi selaku Brand General Manager L’Oréal Paris menjelaskan masyarakat diperkenalkan pada metode 5D yaitu Dialihkan, Ditegur, Dilaporkan, Ditenangkan, serta Dokumentasikan.

“Ruang publik yang aman penting agar perempuan dapat beraktivitas dan berkarya dengan tenang. Metode 5D memberi panduan sederhana bagi siapa pun untuk membantu korban dengan cara yang aman,” ujarnya.

Membuka Jalan bagi Perempuan Berkembang

Rasa aman menjadi langkah awal sebelum perempuan dapat berkembang lebih jauh. Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 menunjukkan perempuan di Indonesia baru mewakili sekitar 36,66 persen pekerja formal. Sekitar 40 persen perempuan juga pernah mengambil jeda karier karena tanggung jawab keluarga.

Untuk menjawab tantangan tersebut, L’Oréal menghadirkan sejumlah program penguatan kapasitas. Beauty For A Better Life memberikan pelatihan tata rambut dan tata rias bersertifikat bagi perempuan dengan keterbatasan sosial ekonomi. Program ini telah melatih 3.749 perempuan sejak 2014 hingga 2023.

Program Career Reconnect juga dirancang bagi perempuan yang ingin kembali bekerja setelah jeda karier. Inisiatif ini membantu peserta membangun kembali kepercayaan diri profesional dan terhubung lagi dengan dunia kerja.

Melanie Masriel menegaskan dukungan bagi perempuan tidak berhenti pada pembukaan akses. “Pemberdayaan berarti memastikan perempuan memiliki bekal untuk melangkah dan ruang untuk berkembang. Ketika kontribusi mereka diakui, dampaknya bisa meluas hingga keluarga, komunitas, dan masa depan Indonesia,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *