Menko PMK: Pemberdayaan Perempuan Lewat Pendidikan Jadi Kunci Mencetak Generasi Unggul

Navaswara.com — Pembangunan manusia tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan. Di titik paling awal kehidupan, dari ruang keluarga, kualitas generasi masa depan justru mulai dibentuk.

Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam agenda Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan yang digelar di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta Timur.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan terutama melalui pendidikan bukan sekadar isu sektoral, tetapi menjadi kunci strategis dalam mencetak generasi unggul dan memperkuat fondasi pembangunan bangsa.

“Kalau kita memberdayakan perempuan, kita sebenarnya sedang mencetak ‘buku-buku yang luar biasa’ bagi anak. Karena anak itu cerminan paling dekat dari ibunya,” ujar Pratikno.

Pernyataan itu menegaskan posisi perempuan, khususnya ibu, sebagai pendidik pertama yang membentuk karakter, nilai, dan kapasitas anak sejak dini. Dalam konteks ini, pendidikan perempuan memiliki dampak berlipat tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi kualitas generasi berikutnya.

Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan ini menjadi bagian dari gerakan kolaboratif sepanjang April 2026 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sejumlah kegiatan telah disiapkan, mulai dari dialog kebijakan, kampanye edukatif, penguatan literasi, hingga diseminasi praktik baik.

Selain itu, program ini juga menghadirkan pengenalan figur perempuan inspiratif, lomba dan sayembara, bedah buku, hingga berbagai aktivitas pembelajaran dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan peran perempuan melalui pendidikan.

Lebih jauh, Pratikno menekankan bahwa investasi pada pendidikan perempuan akan memberikan efek berlipat terhadap pembangunan nasional. Perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup keluarga, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam berbagai sektor kehidupan.

“Pendidikan perempuan itu sangat penting, karena selain menjadi pendidik nomor satu, juga menjadi bagian penting dari pembangunan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung gerakan ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberi dampak nyata.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Wardiman Djojonegoro, Abdul Mu’ti, Arifah Fauzi, serta Aminudin Aziz.

Momentum ini sekaligus menjadi penguatan sinergi antarkementerian, lembaga, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong peran perempuan sebagai pilar utama pembangunan manusia.

Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, satu hal menjadi jelas: kualitas bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana hari ini perempuan diberdayakan, dimulai dari pendidikan dan tumbuh di ruang keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *