Navaswara.com – Ramadan tahun ini terasa lebih semarak di lingkungan Transjakarta. Memasuki pekan awal bulan suci, operator transportasi publik kebanggaan Ibu Kota ini menghadirkan bazar UMKM bertajuk “Melangkah dalam Kebaikan” di Lantai 2 Halte M.H. Thamrin. Inisiatif ini bukan sekadar menghadirkan pilihan kuliner berbuka, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara mobilitas dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Bazar yang berlangsung sejak 23 Februari hingga 15 Maret 2026, setiap pukul 15.00 WIB hingga selesai, memberi kemudahan bagi pelanggan untuk menikmati suasana ngabuburit tanpa harus keluar dari sistem transportasi terintegrasi. Di tengah mobilitas kota yang dinamis, halte kini bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, nyaman, dan bernilai sosial.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa Ramadan merupakan momentum tepat untuk memperluas makna perjalanan. Menurutnya, bazar ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang saling menguatkan: pelanggan mendapatkan akses praktis terhadap takjil dan hidangan berbuka, sementara pelaku UMKM memperoleh panggung strategis untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Beragam tenant kuliner turut meramaikan bazar ini, mulai dari Dapoer JM, Gamed Street Food, Kede Dimsum by Sukabumi, Kede Sukabumi, Lalaco, hingga Takjil.co. Kehadiran mereka menghadirkan ragam cita rasa yang menggugah selera sekaligus menunjukkan bahwa UMKM lokal mampu bersaing dan tampil profesional di ruang publik modern.
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, bazar ini membawa pesan edukatif tentang pentingnya mendukung produk lokal. Setiap pembelian menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan ketahanan usaha kecil di tengah tantangan zaman.
Transjakarta memastikan seluruh kegiatan tetap tertib dan tidak mengganggu arus pelanggan. Dengan tata kelola yang rapi, halte bukan hanya tempat singgah, melainkan titik temu antara mobilitas, ekonomi, dan nilai kebersamaan.
Melalui langkah sederhana ini, Transjakarta membuktikan bahwa transportasi publik dapat menjadi medium perubahan sosial. Perjalanan harian pun tak lagi sekadar berpindah tempat, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk melangkah dalam kebaikan di bulan suci Ramadan.
