Mengenal Whip Pink, Gas Krim Kocok yang Viral dan Bahaya di Balik Sensasi ‘Fly’

Navaswara.com – Nama Whip Pink belakangan ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia. Produk ini mendadak jadi sorotan setelah dikaitkan dengan kabar duka meninggalnya seorang influencer ternama. Publik pun bertanya-tanya, apa sebenarnya Whip Pink, dan benarkah produk dapur ini bisa mematikan?

Secara fisik, Whip Pink berbentuk tabung gas kecil atau cartridge berwarna merah muda mencolok. Namun, di balik kemasan tersebut tersimpan gas nitrous oxide (N₂O) bertekanan tinggi, zat yang sebenarnya memiliki fungsi sah di dunia kuliner dan medis.

Dalam industri makanan dan minuman, nitrous oxide digunakan untuk membuat whipped cream. Gas ini berperan sebagai agen pengembang yang mengubah krim cair menjadi busa lembut dan stabil saat disemprotkan melalui dispenser. Karena tidak berwarna dan tidak berbau, N₂O dinilai aman sebagai bahan pembantu pangan jika digunakan sesuai prosedur.

Di bidang medis, nitrous oxide bahkan telah digunakan lebih dari 150 tahun sebagai anestesi ringan, atau yang populer disebut “gas tawa”. Dokter gigi kerap memanfaatkannya untuk membantu pasien merasa lebih rileks selama tindakan medis.

Masalah muncul ketika fungsi tersebut diselewengkan. Fenomena yang dikenal sebagai whippets, menghirup gas nitrous oxide secara langsung untuk mencari sensasi euforia, kini makin marak, terutama di kalangan anak muda.

“Nitrous oxide memengaruhi pelepasan zat kimia di otak seperti dopamin. Efeknya muncul cepat, berupa sensasi melayang, tertawa tanpa sebab, atau rasa rileks singkat,” jelas Prof. apt. Zullies Ikawati, Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Namun, sensasi “fly” tersebut menyimpan risiko serius. Menghirup nitrous oxide murni dari tabung tanpa campuran oksigen, berbeda dengan prosedur medis resmi, dapat menyebabkan kekurangan oksigen akut atau hipoksia.

Jika gas ini dihirup secara langsung, nitrous oxide dapat menggantikan oksigen di paru-paru dan aliran darah. Dampaknya bisa berupa pusing, kehilangan kesadaran, kerusakan organ, hingga asfiksia yang berujung pada kematian.

Risiko lain mengintai pengguna jangka panjang. Penyalahgunaan nitrous oxide dalam jumlah besar dapat mengganggu metabolisme vitamin B12 di dalam tubuh.

“Kekurangan vitamin B12 yang parah akibat penyalahgunaan gas ini bisa menyebabkan gangguan saraf, mati rasa, hingga kelemahan otot yang menyerupai sindrom Guillain-Barré,” ujar dr. Bryan Baskin, dokter IGD di Cleveland Clinic. Dalam sejumlah kasus, kerusakan saraf tersebut bersifat permanen dan dapat membuat penderitanya kehilangan kemampuan berjalan.

Penting untuk membedakan antara produk akhir dan alat bantu. Whipped cream yang dikonsumsi di kafe atau rumah aman bagi kesehatan karena gas nitrous oxide akan menguap saat krim disemprotkan dan tidak tertelan.

Risiko kesehatan muncul murni dari tindakan penyalahgunaan, yakni menghirup gas langsung dari tabung atau melalui balon. Whip Pink pada dasarnya hanyalah alat bantu dapur. Namun, di tangan yang salah, tabung kecil berwarna mencolok ini bisa berubah menjadi ancaman serius bagi mereka yang mencari rasa nyaman sesaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *