Menuju Emisi Rendah, Xiaomi Transformasi Logistik dan Produksi Lebih Hijau

Navaswara.com – Xiaomi semakin serius mengadopsi prinsip berkelanjutan melalui penggunaan material daur ulang pada perangkat terbarunya. Seri Xiaomi 15T dan Redmi K90 kini menggunakan aluminium daur ulang 100 persen untuk komponen internal demi menjaga efisiensi sumber daya.

Langkah ramah lingkungan ini juga menyentuh aksesori pengisi daya yang mengandung 30 persen plastik pasca-konsumen. Tidak hanya ponsel, lini kendaraan listrik seperti Xiaomi SU7 dan YU7 juga mengintegrasikan aluminium daur ulang dalam jumlah signifikan pada produksinya.

Inovasi Teknologi Hemat Energi

Perusahaan teknologi ini memperkenalkan fitur konsumsi daya siaga ultra-rendah pada pengisi daya 100W miliknya. Inovasi tersebut diproyeksikan menghemat ratusan juta kilowatt-jam listrik setiap tahun serta mengurangi beban energi global secara sistematis dan efisien.

Pada sektor peralatan rumah tangga, desain kemasan lemari es kini lebih minimalis tanpa banyak bahan polistirena. Upaya ini berhasil memangkas ratusan ton limbah plastik tahunan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.

Perluasan Program Ekonomi Sirkular

Mendukung ekonomi sirkular, program tukar tambah atau trade-in Xiaomi telah mendaur ulang jutaan ponsel bekas di seluruh dunia. Layanan ini kini mencakup 24 negara dan melayani berbagai produk mulai dari jam tangan pintar hingga televisi.

Selain mengelola limbah, Xiaomi aktif mengurangi emisi karbon melalui transisi logistik dari udara ke jalur laut. Penggunaan energi terbarukan di pabrik pintar mereka juga meningkat tajam guna mencapai target operasional rendah karbon pada masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *