Navaswara.com – Pemerintah Malaysia memangkas biaya izin operasional pusat kebugaran di Kuala Lumpur hingga 80 persen. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya menekan meningkatnya angka obesitas di negara tersebut.
Kini, biaya izin pusat kebugaran ditetapkan sebesar 10 ringgit atau sekitar US$2 per meter persegi. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tarif sebelumnya yang mencapai 50 ringgit per meter persegi.
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Hannah Yeoh mengatakan, pemangkasan biaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pusat kebugaran sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga.
“Sebelumnya pemilik pusat kebugaran harus membayar sekitar 5.000 ringgit untuk biaya lisensi tahunan. Sekarang mereka hanya perlu membayar sekitar 1.000 ringgit. Ini berarti terjadi pengurangan hingga 80 persen,” ujar Yeoh dalam konferensi pers (9/3).
Angka Obesitas Malaysia Tertinggi di Kawasan
Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya angka obesitas di Malaysia.
Data dari National Health and Morbidity Survey 2024 menunjukkan sekitar 23,1 persen orang dewasa di Malaysia mengalami obesitas. Selain itu, sebanyak 30,5 persen penduduk dewasa tercatat mengalami kelebihan berat badan.
Angka tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara.
Sebagai perbandingan, tingkat obesitas di Vietnam jauh lebih rendah, yakni sekitar 3,3 persen pada perempuan dan 2,2 persen pada laki-laki.
Upaya Cegah Penyakit Kronis
Pemerintah Malaysia menilai langkah ini merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk menekan penyakit tidak menular di kawasan perkotaan.
Menurut Yeoh, gaya hidup masyarakat kota yang cenderung kurang aktif menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus obesitas.
“Penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, terutama di daerah perkotaan yang masyarakatnya memiliki waktu terbatas untuk aktivitas fisik,” kata Yeoh.
Pelaku Usaha Sambut Positif
Dari sisi pelaku usaha, kebijakan ini disambut positif meski dinilai belum sepenuhnya mengurangi beban operasional.
Presiden Malaysian Fitness Business Association K. Krishnakumar mengungkapkan, pengurangan biaya lisensi kemungkinan hanya berdampak pada sekitar 10 hingga 20 persen dari total biaya operasional pusat kebugaran.
Menurutnya, biaya terbesar masih berasal dari sewa tempat, utilitas, gaji karyawan, serta pemeliharaan peralatan.
Meski begitu, Krishnakumar tetap mengapresiasi kebijakan tersebut karena dapat memberikan sedikit kelonggaran bagi pemilik bisnis pusat kebugaran.
