Navaswara.com – Empat guru dari Maluku dan Papua menatap layar presentasi mereka dengan bangga. Dari tangan-tangan pendidik ini lahir ide-ide segar, kapal amfibi pengangkut sampah tanpa awak dan sistem pemantauan kualitas air berbasis IoT, yang menjadi simbol kebangkitan inovasi pendidikan dari Timur Indonesia.
Ajang itu adalah Bakti BCA Teacher Tech Championship, sebuah kompetisi yang digagas oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung program Bakti BCA, Rabu (15/10). Kompetisi ini menjadi wadah bagi guru SMA/MA di Indonesia Timur khususnya wilayah Maluku dan Papua untuk berlatih berpikir komputasional serta mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial (KA) dalam konteks STEM ((Science, Technology, Engineering, and Math). Tujuannya satu: menciptakan ruang belajar yang interaktif, relevan, dan siap menghadapi masa depan digital.
“Kunci masa depan digital Indonesia ada di tangan para guru,” ujar Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono dalam sambutannya. Ia melanjutkan, “Melalui program ini, kami ingin memberdayakan guru agar mampu melahirkan generasi muda yang adaptif dan inovatif.”
Sejak dibuka, antusiasme peserta luar biasa. Sebanyak 147 kelompok guru mendaftar, dengan 116 proyek yang lolos tahap seleksi administrasi. Setelah melalui proses ketat, 16 tim terpilih sebagai semifinalis, sebelum akhirnya delapan tim melaju ke babak final. Empat dari Maluku dan empat dari Papua. Dari sana, terpilih empat grand finalist terbaik yang beradu ide di Jakarta.
Pemenang dari SMAN 1 Tual, Maluku, menghadirkan “Prototype Kapal Amfibi Pengangkut Sampah Tanpa Awak bertenaga Surya berbasis IoT (Internet Of Things) dengan fitur Smart Controller Terintegrasi AI”, sementara dari SMAN 2 Kota Sorong, Papua, tampil dengan “Sistem Pemantauan dan Peringatan Dini Kualitas Air Berbasis Internet of Things (IoT) di Sekolah (Lingkungan Rumah Tangga)”. Keduanya berhasil menggabungkan semangat lingkungan dengan teknologi canggih secara kreatif.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn menegaskan, program ini bukan sekadar lomba, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan. “Kami tidak hanya berinvestasi pada teknologi, tetapi juga pada manusianya. Kami percaya bahwa dengan membekali guru-guru kita dengan penguasaan berpikir komputasional, koding, dan KA, kita sedang membangun pondasi yang kuat untuk melahirkan generasi yang mampu bersaing dan memimpin di era digital mendatang,” ujarnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. turut memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menilai, kompetisi semacam ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas guru, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang penuh potensi.
Bersamaan dengan Bakti BCA Teacher Tech Championship 2025 Grand Final, Bakti BCA juga memberikan apresiasi khusus bagi guru-guru dari Sekolah Bakti BCA. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi dan dedikasi mereka selama menjadi penerima manfaat program Bakti BCA. Sekolah yang mendapatkan penghargaan berasal dari berbagai daerah, termasuk Bengkulu, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat Daya
Melalui Bakti BCA Teacher Tech Championship, BCA menegaskan komitmennya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya akses pendidikan berkualitas dan pemerataan kesempatan. Dari Tual hingga Sorong, semangat inovasi para guru membuktikan bahwa pendidikan berkualitas bisa tumbuh dari mana saja asal diberi ruang dan kepercayaan.
