Navaswara.com – Aktivitas di Menara BCA, Thamrin, meningkat pada awal pekan ketika manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merilis laporan kinerja sembilan bulan pertama 2025. Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyebut hasilnya mencerminkan pertumbuhan yang kokoh dan berimbang di tengah dinamika ekonomi yang menantang
“Terjaganya penyaluran kredit di berbagai segmen mencerminkan komitmen kami mendukung perekonomian nasional,” ujarnya. BCA dan entitas anak tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp944 triliun per September 2025, naik 7,6% secara tahunan. Pertumbuhan itu dibangun dengan prinsip kehati-hatian, fondasi yang selalu dijaga bank ini sejak lama.
Pertumbuhan laba bersih pun ikut menguat, naik 5,7% YoY menjadi Rp43,4 triliun. Kinerja ini ditopang oleh ekspansi kredit yang berkualitas serta pendanaan yang solid. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,0% YoY, dengan porsi CASA tetap menjadi kontributor utama pendanaan BCA dengan nilai sekitar 83,8% dari total DPK.
Dari sisi pembiayaan, kredit korporasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan 10,4% YoY mencapai Rp436,9 triliun, disusul kredit UKM yang naik 7,7% dan kredit konsumer yang tumbuh 3,3%. Rasio kredit bermasalah tetap terjaga di 2,1%, menegaskan bahwa ekspansi tidak mengorbankan kualitas.
Tak hanya fokus pada profitabilitas, BCA juga terus meneguhkan langkah di jalur keberlanjutan. Kredit ke sektor hijau dan sosial naik 12,7% menjadi Rp241 triliun, setara seperempat dari total portofolio. Dalam gelaran BCA Expo 2025, bank ini bahkan menginisiasi pengelolaan sampah berkelanjutan dengan mesin daur ulang dan edukasi pemilahan sampah—upaya kecil yang berdampak besar bagi pengurangan emisi karbon.
Inovasi digital turut memperkuat hubungan dengan nasabah. Aplikasi myBCA kini dilengkapi berbagai fitur baru, termasuk QRIS Cross Border yang sudah bisa digunakan di Jepang. Kehadiran beragam fitur serta layanan baru adalah wujud komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi serta memperluas cakupan produk dan servis sesuai kebutuhan nasabah. “Kami terus berupaya menghadirkan kemudahan dan pengalaman transaksi terbaik bagi nasabah,” tambah Hendra.
Tak kalah menarik, di bawah payung Bakti BCA, berbagai kegiatan sosial terus bergulir—dari operasi katarak gratis, beasiswa bagi ribuan mahasiswa, hingga konservasi penyu di Pantai Goa Cemara yang telah melepaskan hampir 65 ribu tukik.
Di tengah tantangan ekonomi global, BCA tampak melangkah mantap, berinovasi tanpa tergesa, tumbuh tanpa berisiko. Pertumbuhan sejati bukan hanya seberapa cepat berlari, tapi seberapa kuat bertahan dan memberi arti.

