Navaswara.com – Kisah cinta sepasang selebritas Amanda Manopo dan Kenny Austin menemukan puncaknya. Jauh dari hingar bingar tayangan prime time, mereka memilih tanggal istimewa untuk meresmikan ikatan suci pernikahan di The Langham, Jakarta.
Ini bukan adegan fiksi, melainkan sebuah babak nyata yang diwarnai keintiman dan privasi. Pasangan ini, yang dikenal publik melalui layar kaca, sengaja menyaring daftar tamu hanya untuk keluarga dan kerabat terdekat, menciptakan atmosfer sakral yang kontras dengan kehidupan profesional mereka.
Di bawah sentuhan detail tim wedding planner Hilda by Bridestory, perhelatan ini menegaskan bahwa bahkan dalam gemerlap dunia hiburan, janji suci yang sejati tetaplah sebuah urusan hati yang personal.
Jejak Ikonik Grace Kelly
Prosesi pemberkatan digelar di The Hampton Garden. Hamparan taman yang cantik, berlatar pemandangan skyline Kota Jakarta, dihias dominasi warna putih yang melambangkan kesucian. Penataan yang mengedepankan kesakralan diperkuat dengan sentuhan modern; kursi-kursi elegan dan meja altar beraksen akrilik. Pagi itu, Kenny Austin tampil gagah dalam balutan jas putih dari Wong Hang Tailor, menanti di ujung altar.
Tak lama, sang mempelai wanita, Amanda Manopo, hadir memukau. Ia mengenakan gaun lace menawan karya desainer terkemuka, Hian Tjen. Gaun itu, yang konon terinspirasi dari gaya klasik abadi milik Grace Kelly, memancarkan aura keanggunan yang tak lekang oleh waktu. Keduanya bersanding, berbagi janji kudus, menjadi pemandangan yang menyiratkan keselarasan sejati.
Pada malam harinya, suasana berganti dengan nuansa hitam dan putih yang klasik dan elegan untuk resepsi di ballroom. Namun, dekorasi aneka flora menjadi elemen paling dominan dan vital. Hal ini, rupanya, adalah wujud impian sang pengantin wanita.
“Resepsi bergaya internasional dan tema penuh bunga ini memang pilihan Amanda sejak awal mendiskusikan konsep pernikahan yang diinginkan. Kami rasa hal ini merupakan refleksi dari kepribadian Amanda yang feminin dan romantis,” ungkap Meyliana Tanoto, salah satu wedding planner dari Hilda by Bridestory. Visi ini kemudian diwujudkan bersama tim Classy Decor, yang dikenal dengan kepiawaiannya merangkai aransemen bunga.
Perjalanan Cinta yang Private
Kisah Amanda dan Kenny berawal dari lingkungan kerja. Mereka pertama kali bertemu pada proyek yang sama di tahun 2018, dan kembali dipersatukan dalam sebuah serial televisi pada tahun 2024. Jarak waktu pertemuan itu tak menyurutkan keyakinan mereka untuk melangkah ke jenjang serius.
“Kami saling yakin akan satu sama lain karena merasa sudah cocok dan sama-sama menginginkan hubungan yang serius,” kenang Amanda tentang alasan mereka memutuskan menikah.
Ia juga membagikan momen lamaran yang sangat personal dan privat. “Kenny pun melamar saya secara private, di momen saat kami hanya berdua, tanpa fotografer ataupun pihak-pihak lain. Ini menjadi momen yang spesial untuk saya karena di tengah kesibukan kami berdua, Kenny selalu berusaha meluangkan waktunya untuk saya,” ujarnya, menekankan bahwa di tengah tuntutan dunia hiburan, ruang personal yang intim adalah hal yang paling berharga.
Perencanaan pernikahan di tengah jadwal syuting yang padat tentu menjadi tantangan. Namun, Amanda bersyukur atas dukungan tim profesional. “Wedding planner dan organizer serta venue adalah beberapa vendor yang pertama kali saya hubungi saat memulai perencanaan pernikahan ini, untungnya semua pihak begitu profesional dan membantu kami sehingga Puji Tuhan segalanya dapat terkendali dan terlaksana dengan lancar,” jelas Amanda.
Profesionalisme dan komunikasi yang baik juga diakui oleh pihak organizer. “Kami begitu bersemangat saat dihubungi oleh Amanda untuk pertama kalinya, ia dan Kenny pun merupakan pasangan yang easy-going, komunikatif dan mempunyai visi yang selaras sehingga tak sulit bagi kami dalam mendampingi keduanya untuk mewujudkan pernikahan impiannya,” kata Meyliana Tanoto mewakili tim Hilda by Bridestory.
Menutup lembaran perayaan indah ini, Amanda menyampaikan harapannya yang sederhana namun mendalam, “Meski tidak akan ada pernikahan yang sempurna, tapi harapan kami adalah dapat saling bertumbuh, belajar, memahami, mengasihi dan menjaga satu sama lain di jalan Tuhan hingga maut memisahkan kami kelak.” Sebuah janji komitmen yang melampaui segala skenario drama televisi.

