Wardah Bawa Riset Kepemimpinan Perempuan ke Forum Global Qatar

Navaswara.com – Diskusi mengenai kepemimpinan perempuan Muslim kini tengah memasuki ruang yang lebih luas dan strategis. Tahun ini, Indonesia turut mewarnai kancah global saat ParagonCorp Wardah membagikan hasil risetnya di Al Mujadilah Center, Qatar.

Melalui forum bertajuk Jadal Women’s Research Dialogue, para akademisi, peneliti, dan praktisi Muslim lintas negara saling bertukar perspektif. Fokusnya adalah membedah berbagai isu kontemporer agar peran perempuan Muslim tetap relevan dengan realitas sosial serta dinamika global yang terus berkembang.

ParagonCorp Wardah memaparkan riset tentang kepemimpinan perempuan berbasis nilai serta menegaskan pentingnya iman dan etika dalam praktik bisnis. Menteri Luar Negeri RI 2014–2024 Retno Marsudi hadir sebagai pembicara panel bersama Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa.

Executive Director Al Mujadilah, Sohaira Siddiqui, menekankan pentingnya menjembatani ruang akademik dan komunitas. Ia menilai riset dan praktik harus berjalan beriringan agar melahirkan perspektif aplikatif bagi perempuan Muslim di berbagai konteks.

Bagi Wardah, halal dipahami sebagai kerangka etika menyeluruh dari hulu ke hilir. Prinsip ini menuntun proses sourcing, formulasi, hingga klaim produk dan tata kelola bisnis, yang dirumuskan sebagai Ethical Business Ecosystem as a Living Value.

“Halal adalah ethical principle yang membentuk cara kami bekerja. Lebih dari sekadar bisnis, ini adalah bentuk stewardship dan tanggung jawab kami sebagai manusia,” ujar dr. Sari Chairunnisa dalam forum tersebut.

Dalam sesi yang sama, Retno Marsudi menegaskan bahwa purpose harus menjadi fondasi kepemimpinan perempuan. “Seorang pemimpin membutuhkan moral compass untuk menavigasi keputusan sehari-hari, terutama di tengah ketidakpastian global,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya integritas serta keberpihakan pada kepentingan publik.

Riset Wardah menunjukkan perempuan Muslim Indonesia memaknai kecantikan sebagai proses bertumbuh melalui passion, kemandirian, produktivitas, keanggunan, serta keberanian. Kecantikan ditempatkan sebagai jalan menuju kontribusi nyata di ruang sosial dan profesional.

Generasi muda pun melihat kepemimpinan melalui lensa purpose dan keberanian bersuara. “Kami percaya beauty menemukan maknanya ketika ia bisa menggerakkan perempuan untuk bertumbuh dan menciptakan dampak positif,” kata dr. Sari Chairunnisa, menegaskan arah Wardah dalam dialog global.

Partisipasi di Qatar ini memperlihatkan cara pandang perusahaan terhadap kecantikan dan kepemimpinan sebagai satu tarikan nilai yang sama. Wardah membawa suara perempuan Muslim Indonesia ke panggung internasional dengan pijakan etika, tanggung jawab, serta keyakinan bahwa setiap langkah memiliki arti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *