Navaswara.com – ISA Art Gallery menggelar pameran bertajuk “Biophilia: Exquisite Corpse” yang hadir sebagai ruang antara manusia dan alam. Dalam pameran ini, gagasan tentang biophilia, yakni cinta bawaan manusia terhadap kehidupan dan sistem alam tidak ditampilkan secara harfiah. Para seniman menggunakan pendekatan “exquisite corpse”, sebuah metode kolaboratif yang memungkinkan karya tumbuh dari kepingan gagasan yang saling terhubung dan terikat satu sama lain.
Setiap karya dalam pameran ini seolah menjadi bagian tubuh yang terhubung dengan alam dan lingkungan. Ada yang berbicara tentang tumbuhan sebagai ingatan, ada pula yang mengangkat relasi buruk antara lanskap, tubuh manusia, dan waktu.
Sejumlah nama terlibat dalam pameran ini, antara lain Anang Saptoto, Arahmaiani, Cynthia Delaney Suwito, Dabi Arnasa, Fitri DK, Kynan Tegar × Studio Birthplace × Novo Amor, Mater Design Lab, Reza Kutjh, dan Teguh Ostenrik. Para seniman menggunakan material organik, tekstur alami, hingga permainan cahaya dan bayangan, menghadirkan atmosfer yang mengingatkan pada hutan belantara, tanah, dan ruang-ruang hidup di alam semesta.
“Domus Anguillae” karya Teguh Ostenrik menjadi salah satu yang sangat menarik. Ia menghadirkan instalasi yang diletakkan di bawah laut dan perlahan berubah menjadi terumbu karang buatan. Ada pula kolaborasi antara Studio Birthplace dan Kinan Tegar melalui “Earth Defender” yang mengingatkan bahwa dalam kosmologi Dayak, tanah adalah ibu dan sungai adalah darah.
Melalui konsep exquisite corpse, pameran ini juga menantang cara kita memahami alam dan makhluk hidup. Karya-karya yang tampil tidak lahir dari satu suara, melainkan dari kepercayaan pada proses bersama, sebuah narasi kuat tentang bagaimana manusia seharusnya berelasi dengan alam.
Gelaran “Biophilia: Exquisite Corpse” menjadi undangan untuk melihat kembali posisi manusia di dalam rantai kehidupan. Pameran ini tidak menyajikan jawaban pasti, melainkan membuka ruang perenungan, yakni sejauh mana kita masih mampu mendengar bahasa alam, dan bagaimana seni dapat menjadi medium untuk merawat hubungan yang kian rapuh tersebut.
