Pameran Seni “A Moment’s Pause” Ajak Kita Berhenti Sejenak dari Kehidupan Serba Cepat

Navaswara.com – Pameran “A Moment’s Pause – Sebuah Jeda Peneduh” yang digelar di ISA Art Gallery menghadirkan sebuah ruang reflektif di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat. Diselenggarakan hingga 3 April 2026, pameran ini menjadi bentuk penghormatan kepada maestro seni rupa Indonesia, A.D. Pirous.

Dengan konsep jeda, pameran ini ingin menunjukkan bahwa berhenti sejenak bukanlah hal yang buruk, melainkan sesuatu yang penting untuk menenangkan pikiran dan hati. Dalam pameran ini, A.D. Pirous menjadi pusat perhatian sebagai seniman yang dikenal luas melalui karya-karya kaligrafi kontemporer yang memadukan unsur seni rupa modern dengan nilai-nilai spiritual Islam. Kehadirannya tidak hanya sebagai figur yang dihormati, tapi juga sebagai inspirasi bagi seniman lain dalam memahami hubungan antara seni, iman, dan refleksi diri.

Dikutip dari laman resmi ISA Art Gallery, A.D. Pirous tidak menyajikan seni sebagai teka-teki visual yang misterius, sebaliknya ia justru hadir sebagai seorang pendongeng dan teman. Ia menawarkan ruang bagi setiap orang, tanpa memandang keyakinan, agama, atau latar belakang untuk “berhenti” sejenak dari tuntutan ego dan ambisi duniawi.

Meskipun karyanya sering kali bersumber dari spiritualitas Islam, Pirous berbicara dalam bahasa kebijaksanaan yang universal. Ia mengajak para pecinta seni untuk berupaya memperbaiki tiga hubungan mendasar yang seringkali terkikis oleh kesibukan hidup kita, yakni hubungan manusia satu sama lain, ikatan manusia dengan bumi, dan dialog dengan Tuhan. Melalui lapisan warna yang lembut namun tegas, karya-karyanya mengajak kita untuk merenungkan makna keheningan, kesabaran, dan keseimbangan dalam kehidupan.

Salah satu karya yang ditampilkan adalah “Jadilah Maka Ia Pun Jadi”. Penggunaan warna-warna lembut seperti biru, merah muda, dan krem memberikan kesan tenang dan damai. Lukisan ini tampak mewakili suasana hati yang hening saat seseorang sedang merenung. Garis-garis geometris yang tersusun rapi di latar belakang menunjukkan keteraturan, seolah menggambarkan bahwa alam semesta berjalan dengan aturan yang jelas dan teratur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *